INILAHONLINE.COM, JAKARTA
Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan jajarannya untuk mulai bersiap menghadapi berbagai macam upaya unjuk rasa, demonstrasi, dan konflik sosial di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Instruksi Kapolri itu disampaikan melalui surat bernomor ST/1184 /lV/OPS.2/2020 yang ditandatangani oleh Kepala Badan Pemeliharaan dan Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto selaku Kepala Operasi Aman Nusa II 2020.
“Berdasarkan Instruksi Kapolri itu, saya meminta kepada jajaran Baharkam untuk menyiapkan skenario pencegahan adanya unjuk rasa di wilayah masing-masing,” ujar Agus.
Kepala Kabaharkam Polri dalam telegram tanggal 13 April 2020 menyebutkan, guna mengantisipasi terjadinya unjuk rasa, kerusuhan dan konflik sosial lainnya yang melibatkan massa dengan jumlah yang banyak di tengah merebaknya wabah Covid-19, diperintahkan kepada Kasatgas untuk menyusun dan membuat SOP.
“Dalam panduan bagi pasukan Dalmas dan PHH yakni, Brimob dan Sabhar untuk menangani massa tersebut wajib memperhatikan aspek keselamatan anggota dari penularan,” tulis Komjen Agus.
Selain itu, Agus menjelaskan, bahwa pasukan pengendalian massa (Dalmas) serta pasukan huru hara (PHH) yang didalammnya terdapat Brimob dan Sabhara, ditekankan Komjen Agus agar diberikan SOP untuk menangani aksi unjuk rasa, dengan tetap menerapkan kebijakan social distancing dan pshycal distancing.
“Dengan memanfaatkan sarana prasarana yang dimiliki berupa tameng, tongkat, tali dalmas, rantis, mobile barikade, termasuk mengerahkan anjing pelacak dan kuda dari polsatwa, kami siap menghadapai dan mengamankan njuk rasa dan konflik sosial,” tandasnya.
(Divisi Humas Polri/PH)





























































Komentar