oleh

PPM Gelar Kegiatan Bansos Di Majelis Taklim An’Nursiah Arrawiyah Tanjung Priok Jakarta Utara

INILAHONLINE.COM, JAKARTA – Pemuda Panca Marga (PPM) menggelar kegiatan bantuan sosial (Bansos) berupa santunan dengan memberikan bantuan 50 paket sembako dan ribuan masker siap pakai kepada janda jompo di Majelis Taklim An’Nursiah Arrawiyah  di Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Jumat (2/4/2021)

Ketua Umum PPM Samsusin Siregar mengatakan, kegiatan bantuan sosal atau santunan yang diselenggarakan oleh PPM ini adalah kegiatan rutin para pengurus PC dan juga ranting di seluruh Indonesia untuk memberikan bantuan kepada para janda jompo.

“Ini merupakan kegiatan rutin tiap menyambut datangnya bulan puasa. Oleh sebab itu kami di pusat sangat mendukung kegiatan seperti ini. Dan ini sebagai bentuk penghormatan, kemuliaan dan kasih sayang kami terhadap orang tua kami,” tutur Samsudin yang didampingi Pimpinan Cabang (PC) PPM Jakarta Utara, Zondro AB

Mantan anggota DPR-RI tersebut juga menghimbau kepada seluruh jajaran PPM di daerah-daerah agar terus berbuat baik di wilayah masing-masing. Jajaran PPM di daerah terus berbuat baik. Karena kebaikan akan berbuah baik juga. Oleh sebab itu, kami pemuda panca marga sudah mulai memanfaatkan tecnologi digital untuk membangun ekonomi.

“Kedepan, PPM harus menjadi yang terdepan dalam perubahan dan juga pembangunan. Karena, kita merupakan generasi langsung pendiri negara Indonesia,” imbuhnya

Masih menurut Samsudin, PPM harus menciptakan program terbaik untuk negara Indonesia. Ia juga mengutarakan pentingnya bersinergi kepada pemerintah untuk membangun negara ini menjadi negara kesatuan republik indonesia secara bersama-sama.

Saat di singgung dualisme pengurusan konflik internal, ia menjawab wartawan dengan tenang. Menurutnya, konflik itu tidak pernah ada. Hanya saja adanya perbedaan dalam bentuk pemahaman saja. “Sebenarnya konflik itu tidak ada. Itu hanya perbuatan orang-orang yang tidak paham hukum, tidak mengerti aturan main, tidak mengerti keppres, tidak paham AD/ART organisasi. Sehingga salah mengartikan,” sindirnya

Ia melanjutkan, menurutnya berpegangan dengan SK Kemenkumham hasil sebuah sistem negara yang berlandaskan hukum. Buktinya, permohonan gugatan yang di ajukan kubu sebelah di tolak oleh negara melalui putusan pengadilan.

“Kami hormati LVRI. Namun ini adalah konstitusi, ini adalah aturan main. Seperti kita berumah tangga, saya sangat hormat dengan bapak saya, namun undang-undang menyatakan, begitu saya sudah berkelurga punya kartu keluarga sendiri dan tidak pakai kartu keluarga orang tua,” terangnya

Sementara itu di lokasi yang sama, ketua PC Jakarta Utara, Zondro AB mengutarakan, tidak hanya santunan di majelis taklim, namun hari ini ada tiga (3) titik lokasi distibusikan bantuan.

“Iya, hari ini tidak hanya bekerjasama dengan majelis taklim. Tetapi di komplek kami CPM ada dua (2) lokasi pengaluran bantuan sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga pejuang. Dan juga untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa PPM itu ada dimana-mana,” tandasnya. (Red)

Komentar