Presiden Jokowi, Serukan Ukhuwah Islamiyah di Hadapan Puluhan Ribu Pemuda NU dan Muhammadiyah

Nasional357 Dilihat

InilahOnline.com (Yogyakarta) – Sebanyak dua puluh ribu pemuda Islam dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah, mendeklarasikan komitmen perdamaian wujudkan pemuda hebat dan komitmen menjaga bumi, dalam Apel Kebangsaan dan Penanaman Pohon di lapangan Prambanan, Yogyakarta, Sabtu (16/12/2017).

Presiden Joko Widodo bertindak sebagai Pembina Upacara dalam apel itu menyampaikan, bahwa kedatangannya ke Yogyakarta ini hanya satu agenda, yaitu menjadi inspektur upacara dalam acara ini.”Bagi saya semangat acara ini menjadi fondasi kedamaian di Indonesia,”tegas Presiden.

Menurut Presiden, karena dalam acara ini adalah Ukhuwah Islamiah, Waathaniyah dan Basariyah (persaudaraan, kemanusiaan), Islam yang toleran di Indonesia ini menjadi inspirasi bagi dunia untuk menciptakan perdamaian di negaranya.

”Sebagai pewaris darah juang para ulama, KH Hasyim Asya’ari dan KH.Ahmad Dahlan, kita harus mencontoh mereka sebagai pejuang yang menciptakan Islam yang rahmatan lil alamin di Indonesia ini,”jelas Presiden.

Menpora Imam Nahrawi yang memprakarsai acara ini dalam laporannya menyampaikan, tema ”Pemuda Hebat Menjaga Bumi” dipilih untuk menegaskan komitmen pemuda Indonesia menjaga bumi Indonesia, NKRI tercinta agar tetap lestari untuk kebaikan generasi, secara ideologis dan juga ekologis.

”Perbedaan agama, suku, ras, dan budaya tidak akan mengurangi komitmen persatuan sebagai negara bangsa yakni satu bangsa, satu nusa, satu bahasa Indonesia”tegas Imam.

Setelah prosesi upacara, Presiden bersama Menpora, Gubernur DIY dan beberapa Menteri melakukan penanaman pohon untuk menjaga kelestarian lingkungan.Acara yang didukung dan difasilitasi oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI.

Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorum Ni’am Sholeh menyatakan, pihaknya punya konsensus untuk menerjemahkan Nawacita Presiden, salah satunya memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan menciptakan ruang-ruang dialog antar warga.

”Ini gagasan dan upaya Menpora yang luar biasa. Saya hanya menerjemahkan dalam dukungan fasilitas,”ujarnya.

Ditanya tentang tindak lanjut acara ini, Ni’am menjelaskan, pertemuan ini adalah sejarah bersatunya dua kekuatan besar dan strategis bangsa ini. Selanjutnya harus diperbanyak kegiatan bersama di level daerah, tetapi jika ada perbedaan itu sunnatullah.

”Hanya saja banyak hal yang mempersatukan kita dengan berbagai titik persamaan. Ini yang harus terus didorong untuk berkontribusi positif bagiumat, bangsa dan negara. Kami di Deputi 2 punya tanggung jawab mengembangkan potensi ini,”jelasnya.

Dalam Apel Kebangsaan ini juga dihadiri Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Jadi Tjahjanto, Kapolda Jateng Condro Kirono, Kapolda DIY, Menseskab Pramono Anung, Menteri Desa dan Transmigrasi Eko Sanjoyo, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan para pejabat negara lainnya. (Suparman)

banner 521x10

Komentar