INILAHONLINE.COM, SURAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta dan Monumen Pers Nasional menyatakan siap menjadi tuan rumah pengukuhan dan pelantikan pengurus PWI Pusat masa bhakti 2025-2030, di Surakarta, Jawa Tengah.
Menurut Ketua PWI Surakarta, Anas Syahirul, pihaknya menyambut baik keinginan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid yang meminta meminta pengukuhan dan pelantikan digelar di kota Solo-red, tepatnya di Monumen Pers Nasional, Surakarta Jawa Tengah.
“Permintaan bu menteri ini baik dan memiliki makna luar biasa. Ini tidak sekedar upacara seremonial pengukuhan dan pelantikan pengurus saja, namun jauh lebih bermakna yang mendalam dari bu menteri,” katanya kepada inilahonline.com, Jumat (12/9/2025)
Menurutnya, Menteri Komdidgi ingin memberi pesan agar para pengurus PWI yang baru hasil kongres persatuan 2025 berserta warga PWI agar mewarisi nilai nilai perjuangan dan persatuan para pendiri PWI yang didirikan di Kota Solo pada 9 pebruari 1946 silam.
“Para wartawan dari berbagai daerah di nusantara kala itu dengan penuh perjuangan berkunpul di Solo untuk turut berjuang dan memupuk persatuan,” kenang Anas tentang sejarah berdirinya PWI 79 tahun silam.
Selain itu Ketua PWI Surakarta dua periode ini juga mengatakan, bahwa semaagat perjuangan itulah yang harus diwarisi dan diikuti para pengurus dan seluruh anggota PWI, karena PWI saat ini setelah selama hampir dua tahun terjebak dalam pertentangan dan polarisasi dengan adanya dualisme kepengurusan yang sempat menjadi polemik berekpanjangan

“Untuk itu, PWI Surakarta siap menyusukseskan permintaan bu menteri dalam pelaksanaan pelantikan dan pengukuhan pengurus PWI Pusat yang baru,” ujar Anas Syahirul
Hal senada juga dikatakan Direktur Monumen Pers Nasional Surakarta, Widodo Hastjaryo, pada prinsipnya pihaknya juga menyatrakan siap menjadi tuan rumah dan menjadi tempat pengukuhan dan pelantikan pengurus PWI Pusat masa bhakti 2025-2030 hasil Kongres Persatuan PWI 2025, di Cikarang, pada tanggal 30 Agustus lalu
“Dengan semangat kebersamaan dan berangkat dari sejarah gedung Monumen Pers Nasional Solo tahun 1946, maka atas usulan dan permintaan bu Menkomdigi dan Pengurus PWI yang menurut rencana akan digelar pada 26 September 2025 mendatang kami siap,” ungkapnya kepada inilahonline.com, Sabtu (13/9/2025)
Menurut Widodo Hastjaryo, bahkan rencananya Pengurus PWI Pusat yang baru hasil Komgres Persatuan 2025 beserta bu Menteri Meutya Hafid akan naik kereta dari Jakarta ke Solo. “Harapan kami, semoga acara kegiatan nasional ini akan berjalan lancar, aman dan sukses,” ucapnya.
Direktur Monumen Pers juga mengungkapkan, sehubungan banyaknya tamu yang akan hadir, maka pihaknya akan menyiapkan tenda disisi sebelah kiri dan kanan Monumen Pers, mengingat ruang utama untuk pelantikan kapasitas untuk menampung jumlahnya tamu undangan yang akan hadir sangat terbatas.
“Bahkan rencananya ada rombongan tamu dari PWI Provinsi Lampung yang akan turut menghadiri acara pelantikan pengurus PWI Pusat ini ke Solo, karena jauh hari sebelumnya PWI Lampung dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Monumen Pers pada bulan Oktober, karena dengar akan ada pealntiakn pengurus PWI Pusat, jadi mereka memajukan akhir September agar bisa menghadiri moment bersejarah ini,” pungkasnya.
AHU Kemenkum Telah Terbit
Sebelumnya, Kepengurusan PWI Pusat hasil Kongres Persatuan 2025 telah mendapatka Surat Keputusan Menteri Hukum dengan Nomor AHU-0001616.AH.01.08 Tahun 2025 tentang Persetujuan Perubahan Perkumpulan PWI disebutkan susunan pengurus dan pengawas PWI yang baru.
Ketua Umum (Ketum) PWI Pusat Akhmad Munir mengatakan, bahwa organisasi PWI yang dipimpinnya telah resmi kembali terdaftar di Kementerian Hukum (Kemenkum) RI dan PWI siap berkontribusi untuk wartawan, insan pers hingga masyarakat Indonesia.
“Keputusan Menteri Hukum dengan Nomor AHU-0001616.AH.01.08 Tahun 2025 dan Penerbitan AHU PWI itu berdasarkan permohonan PWI Pusat hasil Kongres Persatuan PWI yang disampaikan kepada Kemenkum melalui permohonan Notaris Dwi Yantoro SH MKn,” terangnya.
Menurut Akhmad Munir yang sehari-haris sebagai Direktur Utama LKBN Antara ini menjelaskan, permohonan ini sesuai Akta Nomor: 02 Tanggal 10 September 2025 yang dibuat oleh notaris tentang Perubahan Badan Hukum Perkumpulan PWI tanggal 11 September 2025 dengan Nomor Pendaftaran: 6025091131200080 telah sesuai dengan telah sesuai dengan persyaratan persetujuan perubahan badan hukum perkumpulan.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas dan Dirjen AHU Widodo beserta seluruh jajaran Kemenkum yang memberikan perhatian dan memproses cepat AHU PWI. Kepengurusan PWI sebelumnya sempat diblokir akibat terjadinya dualisme,” ucapnya
“Dengan telah terbit AHU dari Kemenkum, menandakan PWI kembali bersatu dan kami siap kembali berkontribusi untuk wartawan, komunitas pers, masyarakat, bangsa dan negara,” jelas mantan Ketua PWI Jawa Timur dua periode.
Akhmad Munir meminta kepada seluruh anggota PWI dari Aceh sampai Papua menyerukan agar semua kembali kompak dan guyub. “Saya mengajak bersama-sama kembali mengangkat marwah kehormatan wartawan dan organisasi PWI sebagai salah asatu organisasi terbesar dan tertua di Indonesia,” tandas pria yang akarab dengan panggilan Cak Munir tersebut.
Sementara itu, Direktorat Jenderal (Dirjen) AHU Kemenkum, Dr. Widodo, S.H., M.H. mengatakan, pada hari Kamis tangtgal 11 September 2025), [ihaknya telah menerima pendaftaran kepengurusan hasil Kongres PWI, dan setelah data lengkap, sehingga sudah terbit SK dari Kementrian Hukum untuk kepengurusan PWI hasil kongres rekonsiliasi. “Prosesnya sangat cepat karena kami layani secara digital,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (11/9/2025).
Dalam AHU-0001616.AH.01.08. Tahun 2025 tentang Persetujuan Perubahan Perkumpulan PWI disebutkan susunan pengurus dan pengawas PWI yang baru, yakni Akhmad Munir sebagai Ketua Umum (Ketum), Zulmansyah Sekedang sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) dan Marthen Selamet Susanto sebagai Bendahara Umum (Bendum), semuanya disebutkan sebagai pengurus. Sedangkan Ketua Dewan Kehormatan PWI Atal S Depari disebutkan sebagai pengawas. (Deni Firmansyah)




























































Komentar