oleh

Semarang Jadi Kota Besar Pertama di Jawa Bali yang Turun Level PPKM

INILAHONLINE.COM, SEMARANG — Kota Semarang akhirnya masuk salah satu kota besar yang pertama di Pulau Jawa dan Bali yang berhasil menurunkan status PPKM menjadi level 3. Hal ini setelah Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut sejumlah daerah berhasil menurunkan status PPKM dari level 4 ke level 3.

“Kota Semarang bersama Kota Cilegon menjadi 2 kota terbaru yang akhirnya menjadi bagian dari 61 wilayah kota kabupaten lainnya di Jawa dan Bali dengan status PPKM level 3 lserta 2, sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 202,” ungkap Hendrar Prihadi Walikota Semarang dalam keterangan pers di Semarang, Selasa (17/8/2021).

Disebutkan, terdapat kota – kota besar lainnya seperti Bandung, Surabaya, Denpasar, Yogyakarta, dan seluruh kota di Jakarta masih berstatus PPKM level 4. Masuk sebagai bagian dari wilayah yang dapat menjalankan PPKM level 3.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengucapkan, syukur atas perkembangan kondisi wilayah dipimpinnya tersebut. “Alhamdulillah, tadi malam Inmendagri nomor 34 sudah turun, berita baiknya Kota Semarang turun level, dari level 4 ke level 3. Sehingga ada beberapa hal yang akan kita sesuaikan,” tuturnya.

Menurutnya, secara umum pemberlakuan PPKM level 3 di ibu kota Jawa Tengah, akan memberikan beberapa pelonggaran kapasitas pada sejumlah aktifitas. ” Dengan perubahan ini maka pemberlakukan 50 % kapasitas untuk tempat ibadah, 50 % untuk mal dengan jam operasional hingga jam 8 malam, serta 25 % untuk tempat olah raga, wisata, dan hiburan,” ujarnya.

Terkait dibukanya tempat olah raga, Hendi mengatakan, bahwa aktifitas dalam satu grup hanya boleh diikuti oleh maksimal 4 orang. “Hari ini ada tambahan tempat olah raga boleh buka, tapi kapasitasnya 25 %, dan 1 grup hanya boleh 4 orang. Jadi artinya misalnya ada 1 orang yang gowes, maka hanya boleh bersama denga 3 orang temannya barengan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk tempat wisata dan hiburan, Hendi menegaskan, akan menerapakan sistem dengan aplikasi peduli lindungi, dan setiap pengunjung juga harus telah melaksanakan vaksinasi.

“Kalau di tempat wisata dan hiburan masih dalam konteks 25 % dari kapasitas dan harus sudah vaksin, atau menerapkan aplikasi peduli lindungi,” tekan Wali Kota Semarang tersebut.

Selain itu, lanjutnya, dengan status PPKM level 3, Kota Semarang juga dimungkinkan untuk melaksanakan Pendidikan Tatap Muka (PTM). Meski begitu, pihaknya,
mengungkapkan masih harus melakukan koordinasi teknis terlebih dahulu. “Tapi kalau memang ada kemungkinan beberapa sekolah seperti itu, pasti harus ada ijin tertulis dari Dinas Pendidikan Kota Semarang,” imbuhnya.

Terkait lainnya, Hendi menegaskan, masih memberlakukan regulasi seperti sebelumnya yang berjalan di Kota Semarang. “Termasuk untuk tempat makan yang masih diberlakukan waktu operasional hingga jam 8 malam, dengan kapasitas maksimal 30 persen,” pungkasnya.(Suparman)

Komentar