InilahOnline.com (Semarang-Jateng) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) melakukan kunjungan ke Sentraland Semarang sebagai pengelola apartemen dan condotel yang berada ditengah kota. Setelah melihat lokasi dinilai bangunan apartemen ini mempunyai kualitas bangunan bagus memadai dan tidak kalah dengan bangunan berada di Jakarta.
”Bangunan apartemen ini lokasinya strategis dan tahan gempa, karena mempunyai kedalaman tiang pancang yang mencapai 50 meter, sehingga tahan terhadap goncangan yang terjadi. Yangjelas apartemen ini tidak terlalu mahal,”kata Ketua DPD REI Jateng M Priyanto di lokasi Sentraland Semarang, Jumat (15/12/2017).
Menurutnya, apartemen ini tidak kalah dengan apartemen yang lain berada di Semarang, apalagi fasilitas yang berada di lingkungan cukup lengkap. Hal ini mulai dibukanya supermarker Sentraland Superindo, Perkantoran Condotel dan Hotel yang dikelola manajemen Harris, sehingga penghuni sangat merasa nyaman sebagai tempat tinggal di tempat strategis ini.
”Yang lebih menyenangkan penghuni apartemen ini ada tempat parkir yang luas dan selanjutnya bisa memiliki dengan bukti kuat yaitu sertifikat kepemilikan Hak Milik, sehingga secara legal mempunyai kekuatan hukum,”ujarnya.
Sementara Project Director Joni Sugana dalam sambutannya menjelaskan, awal pembangunan gedung terlaksana semua persyaratan terpenuhi semua, mulai dari perizinan, IMB serta lainnya. Oeh karena itu, bangunan dengan tiang pancang segede gajah ini dengan pondasi 116 titik mempunyai kekuatan yang diandalkan.

”Jadi bangunan dengan luas tanah kurang lebih 5000 M2 ini, tiang pancang dengan kedalaman 50 meter, karena sebelumnya kondisi tanah bekas laut,”katanya.
Dijelaskan, tanah ini berada di tengah kota karena sebelumnya merupakan kantor Perumnas, sehingga bisa dikembangkan menjadi bangunan cukup representatif sebagai pusat perkantoran dan apartemen, hotel dan condotel. ”Jadi bangunan ini sama sekali tidak menyalahi aturan tata kota atau tataruangnya,”tegasnya.
Namun demikian, menurut Joni, bangunan yang terdiri 20 lantai ini terbagi empat lantai untuk pusat perparkiran dengan kapasitas 500 mobil dan 200 an untuk motor.
”Masalah parkir sempat menjadi problem jika ada event besar, tetapi secara optimal akan melakukan kerja sama dengan pihak pemilik gedung sebelah. Bahkan nanti bisa kerja sama dengan pemilik stadion Diponegoro,”paparnya.
Sentraland Semarang yang didalamnya ada Hotel yang dikerjasamakan dengan Harris Hotel, juga dilengkapi dengan Ballroom, Meetting room serta fasilitas lainnya. Selain itu, ada juga perkantoran yang disewakan seperti apartemen yang kini pemasarannya sudah mulai terjual kepada konsumen.
”Sampai sekarang ini untuk apartemen sudah laku terjual kurang lebih 75 persen, sehingga masih ada kekuarangan 25 persen. Diharapkan akhir tahun 2017 bisa laku dan terjual semua,”tuturnya.

Terkait masalah pasar apartemen, diakui Joni awalnya memang sulit karena akibat kebijakan Bank Indonesia, sehingga dikawatirkan akan kehilangan konsumen yang membelinya. Namun untuk menunjang pemasaran harus juga ditunjang dengan pasar ritel yang ada didalamnya.
”Strategi dengan mengundang konsumen ke lokasi dan kita ajak bicara dan sharing, sehingga lebih senang terhadap produk kita.” akunya.
Kendari demikian apartemen yang dijual ini, segmentasi pasarnya memang masyarakat menengah keatas yang agak berbeda dari yang lain, karena awalnya menginginkan yang berbeda sehingga menjadi icon gedung yang berbeda.
”Jadi bangunan apartemen di Kota Semarang ini, tidak sama seperti di kota-kota lain, sehingga menjadi salah satu Icon di Semarang,”ujarnya.
Mengenai apartemen itu sendiri, lanjut Joni, setelah dilakukan pengecekan oleh pihak Pemkota Semarang tidak ada kekuarangan yang berarti, mereka petugas merasa cukup puas karena perlengkapan sarana dan prasarana sudah terpenuhi dengan baik.
”Masalah jaringan listrik dan elektrikal yang digunakan sudah siap dengan menggunakan kapasitas 3,5 MW dan ditambah dengan genset yang dipersiapkan. Meskipun ada listrik mati genset secara otomatis akan membantu langsung hidup,”katanya.(Suparman)





























































Komentar