Tekan Harga Migor Yang Melambung, Pemkot Bogor Gelar OPM

Harga minyak goreng di Kota Bogor ikut melambung, warga kota Bogor menjerit atas kenaikan harga komoditi yang masuk sembilan bahan pokok (Sembako) kebutuhan yan sehari-harios sangat dibutuhkan masyarakat, khusunya para ibu-ibu sebagai salah satu bahan untuk memasak. Lantas apa upaya Pemkot untuk menekan harga minyak goreng?  

Siti Rodiah (47) begitu gundah dengan kenaikan harga minyak goreng (Migor). Pedagang gorengan di bilangan Yasmin Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor ini terpaksa mengurangi keuntungan berjualannya. Namun kondisi tak berlangsung lama, karena Pemkot Bogor menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) Migor  di beberapa kantor kecamatan dan pasar-pasar tradisional.  “Terima kasih Pemkot Bogor telah membantu kesulitan warganya untuk mendapatkan migor,” kata Rodiah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor sekaligus Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Bogor (TPID), Syarifah Sofiah didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Industri dan KUKM (DinKUKMDagin) Kota Bogor, Ganjar Gunawan mengatakan, Pemkot Bogor melakukan  OPM ini  untuk membantu masyarakat agar bisa membeli Migor dengan harga terjangkau dengan cara menekan harga serandah mungkin.

“OPM Minyak Goreng di Kota Bogor menjadi tugas TPID Kota Bogor didasari perintah Presiden Joko Widodo melalui kementerian terkait atas gejolak mahal dan kelangkaan minyak goreng di masyarakat, dengan harapan untuk mengendalikan harga,” ujar  Syarifah saat membuka acara kegiatan OPM, Kamis (24/2/2022).

Menurutnya, kelangkaan minyak goreng sudah ramai, termasuk di tempatnya, bahkan harganya sempat mencapai Rp20 ribuan dari harga awal Rp 14 ribu. Namun menurut informasi terakhir, harga Migor sudah mulai turun ke harga Rp 19 ribu. “Semoga dengan intervensi dalam bentuk OPM ini, setidaknya harga bisa dikendalikan dan segera kembali ke harga awal,” harapnya.

Wakil Walikota Bogor Didie A Rachim (kiri) saat menyerahkan secara simbolis minyak goreng kemasan kepada salah satu warga yang ikut membeli minyak goreng pada kegiatan OPM minyak goreng yang harganya sempat melambung di Kota Bogor

“Harapan saya semogaar kelangkaan dan kenaikan harga komoditas ini segera kembali normal, tidak hanya minyak goreng tetapi juga komoditas lainnya sehingga tetap tersedia dan harganya terjangkau,” ujarnya Syarifah.

Sementara itu, Kepala Dinas KUKM Perdagangan dan Industri (DinKUKMDagin) Kota Bogor, Ganjar Gunawan menambahkan, selama sepekan dilaksanakan OPM Minyak Goreng sebanyak tiga kali. Dalam pelaksanaannya melibatkan beberapa produsen minyak goreng yang menjadi mitra Kementerian Perdagangan dan Disperindag Provinsi Jawa Barat.

“OPM Minyak Goreng ini sudah empat kali digelar. Setelah yang pertama digelar di Pasar Sukasari dan Pasar Kebon Kembang, berlanjut di Kantor Kecamatan Tanah Sareal, lalu di Kantor Kecamatan Bogor Utara,” ungkapnya.

Menurut Ganjar, saat ini minyak goreng di pasaran tersebut harganya sekitar Rp 20 – 21 ribu per liter. Adapun untuk wilayah Bogor Barat mendapatkan alokasi sebanyak 7.200 liter minyak goreng murah, karena jumlah penduduknya yang relatif banyak.

“Secara keseluruhan, sudah 31.200 liter minyak goreng yang sudah dibeli warga dengan harga Rp 14 ribu per liter saja. Ganjar juga mengaku OPM kali ini juga bekerjasama dengan dinas di tingkat Provinsi Jawa Barat untuk menurunkan produsennya,” jelasnya.

Warga kota Bogor khususnya para ibu-ibu nampak sangat antusias dengan digelarnya OPM minyak goreng yang harganya sempat melambung.

Masih kata Ganjar, meskipun dengan harga murah, minyak goreng ini berkualitas. Untuk ke depan OPM Minyak Goreng ini akan kita lanjutkan kembali ke pasar. Mudah – mudahan bisa membantu warga dengan harga yang terjangkau dan memenuhi produktivitas masyarakat.

Hal senada juga dikungkapkan, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Perlindungan Konsumen dan tertib Niaga DinKUKMDagin Kota Bogor, Mohamad Soleh juga menambahkan, OPM Minyak Goreng pertama di Kecamatan Tanah Sareal sebanyak 6.000 liter. Kemudian Kamis (13/1) di Kecamatan Bogor Utara sebanyak 6.000 liter dan Jumat (14/1) di Kecamatan Bogor Barat sebanyak 7.200 liter khusus bekerjasama dengan Dinas Perindag Provinsi Jawa Barat.

“Kemudian pada 19 Januari 2022, pelaksanaan OPM dilaksanakan di dua pasar, yakni Pasar Kebon Kembang dan Pasar Bogor dengan kapasitas sampai dengan 40 ribu liter,” bebernya.

Lebih lanjut Muhamad Soleh mengatakan, Dalam OPM Minyak Goreng tersebut, masing-masing warga yang akan membeli minyak goreng diharuskan membawa kupon yang telah dibagikan sebelumnya. Adapun minyak goreng yang disediakan seharga Rp 14 ribu per liter dengan pembelian maksimal sebanyak 2 liter. 

“Tak lama setelah pemkot menggelar OPM, pemerintah pusat pun akhirnya membuat kebijakan dengan menetapkan satu harga untuk minyak goreng. Yaitu Rp14.000 per liter untuk minyak goreng kemasan dan Rp11.500 untuk minyak curah.,” imbuhnya. (Advetorial)

banner 521x10

Komentar