oleh

Uji Kemampuan Personel Satgas Yonmek XXIII-M/UNIFIL Latihan Jihandak

INILAHONLINE.COM, LEBANON

Keberadaan bahan peledak dan ranjau yang masih sering ditemukan di wilayah Lebanon Selatan tentunya merupakan suatu ancaman yang dapat membahayakan bagi penduduk lokal Lebanon maupun seluruh personel pasukan penjaga perdamaian, untuk itu kemampuan personel khususnya Tim Jihandak (Penjinak Bahan Peledak) harus senantiasa terpelihara dan ditingkatkan. Lebanon Selatan, Minggu (8/9/2019).

Dalam rangka mendukung kemampuan tersebut prajurit Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-M/UNIFIL bersama dengan perwakilan peacekeepers dari negara lain dibawah jajaran Sektor Timur UNIFIL seperti Spanyol, India, Nepal, Serbia dan Kazhakstan, melaksanakan kegiatan latihan bersama yang bertajuk “Joint EOD (Explosive Ordnance Disposal) Basic Course Training with Lebanese Armed Force (LAF)”.

Latihan yang diselenggarakan oleh Sektor Timur UNIFIL (Seceast UNIFIL) di markas Seceast UNIFIL UNP 7-1 Ebel El Saqi Lebanon Selatan, berlangsung selama tiga hari 3-5 September 2019, tidak hanya melibatkan peacekeepers UNIFIL namun juga bersama dengan perwakilan tentara Lebanon (Lebanese Armed Force/LAF).

Disampaikan oleh Komandan Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-M/UNIFIL Lerkol Inf Arfa Yudha Prasetya, “Latihan ini tidak hanya bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit Satgas dalam menjinakan bahan peledak namun juga untuk meningkatkan kerjasama dan koordinasi antara Peacekeepers UNIFIL dan tentara Lebanon yang mana untuk penanganan bahan peledak dan ranjau melibatkan keduanya” tuturnya.

Adapun materi yang disampaikan dalam kegiatan latihan bersama ini dimulai dari materi dasar tentang EOD seperti Pengenalan alat-alat EOD, Identifikasi, Evakuasi dan Demolisi EOD.

Ditambahkan pula oleh Dansatgas, bahwa dengan adanya latihan bersama ini diharapkan prajurit di jajaran Sektor Timur, khususnya prajurit Indobatt dapat berbagi pengalaman tentang penanganan EOD di lingkungan internasional, menumbuhkan rasa saling percaya dan meningkatkan tingkat interoperabilitas untuk tugas terkoordinasi sehingga prajurit garuda semakin profesional dimata dunia internasional.

(Agoeng HP)

Komentar