Upacara Pembaretan, Rindam XVIII/Kasuari Lahirkan Prajurit Infanteri TNI AD

Berita, Daerah, Hankam509 Dilihat

INILAHONLINE.COM, MANOKWARI

Setelah terbentuk pada tahun 2016, Kodam XVIII/Kasuari melahirkan para prajurit tangguh di Rindam XVIII/Kasuari yang berada di Manokwari Selatan.

Kapendam XVIII/Kasuari Kolonel Inf Andi Gus Wulandri S.I.P, mengatakan sejumlah 151 orang prajurit siswa Rindam XVIII/Kasuari secara resmi menyandang status sebagai prajurit Infanteri, setelah mereka menyelesaikan latihan latihan Yudha Wastu Pramuka dan tradisi pembaretan siswa Pendidikan Kejuruan Tamtama (Dikjurta) Abituren Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Prajurit Karier (PK) TNI AD Gelombang I TA. 2019.

“Penutupan latihan dan tradisi pembaretan mereka diselenggarakan di Rindam XVIII/Kasuari, pada Senin (25/11/2019) di Pantai Ransiki, Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat,” kata Kapendam Andi Gus.

Kapendam mengatakan, Dalam upacara tersebut, Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau bertindak selaku Inspektur Upacara dan membacakan amanat tertulis Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Kodiklatad) Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso.

“Dalam amanatnya, Danpussenif mengatakan bahwa Latihan Yudhawastu Pramuka dan Tradisi Pembaretan merupakan bagian yang sangat penting dan tak terpisahkan dari perjalanan hidup seorang prajurit Infanteri,’’ kata Andi Gus.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya untuk memupuk jiwa korsa dan semangat kebersamaan, namun juga salah satu upaya menumbuhkan nilai-nilai kejuangan para prajurit Korps Infanteri.

“Ini penting, dalam rangka mengimplementasikan segala kemampuan yang dimiliki untuk menjadi prajurit Infanteri yang andal dan selalu berhasil dalam setiap medan penugasan,’’ tegasnya.

Danpussenif dalam amanatnya, lanjut Kapendam, menjelaskan bahwa semboyan Yudha Wastu Pramuka mengandung arti sebagai pelaksana pertempuran terdepan dan menjadi penentu kemenangan dalam pertempuran di darat.

“Oleh karena itu, dengan telah disahkannya penggunaan Baret Infanteri ini, menuntut para prajurit Infanteri untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan fisik, dengan didukung semangat juang, jiwa korsa, serta kebanggaan yang tinggi terhadap kecabangan Infanteri,” jelas Andi Gus mengutip penegasan Danpussenif.

Pada kesempatan itu, Pangdam XVIII/Kasuari juga menyampaikan rasa bangga dan harapannya kepada seluruh Prajurit Siswa dalam upacara pembaretan Prajurit Infanteri yang baru pertama kalinya diselenggarakan di Kodam XVIII/Kasuari.

“Ada yang perlu kalian renungkan bahwa di suatu negara itu harus mempunyai dan yang menentukan kehidupan negara itu adalah militernya. Kalau negara itu tidak punya militer, biasanya negara itu tidak kuat. Dan dimana negara itu militernya kuat, pasti negara itu kuat dan ekonominya juga pasti kuat,” ujar Pangdam.

Ditemui usai acara pembaretan, Komandan Resimen Induk Kodam (Danrindam) XVIII/Kasuari Kolonel Inf Ignatius Tri Joko Budi. S. menyampaikan bahwa acara pembaretan memang tradisi bagi para prajurit yang menyandang Korps Infanteri.

“Para Prajurit Siswa yang disematkan baret Infanteri tersebut sudah melaksanakan berbagai kegiatan latihan, seperti taktik bertempur dan Longmars dari SP 1 hingga Pantai Ransiki di Kampung Wariap,” terangnya
Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, lanjut Danrindam, mereka sudah pantas untuk menyandang sebagai Prajurit Infanteri.

“Sehingga dibuatlah tradisi pengukuhan mereka yang ditandai dengan penyematan brevet Yudha Wastu Pramuka, sebagai tanda kualifikasi seorang prajurit Infanteri,” imbuhnya.

Sementara itu, atas keberhasilan anaknya menyelesaikan latihan dan mendapatkan Baret dan Brevet Infanteri, Rosalina Rumbino Waroi (51), orang tua dari Prajurit Dua (Prada) Petras Armando Waroi menyatakan rasa bangganya.

“Sebagai orang tua kami merasa bersyukur dengan dilantiknya anak kami ini menjadi seorang Prajurit Infanteri. Kedepannya, kami harapkan anak kami agar lebih baik lagi dalam menjalankan tugas sebagai Prajurit TNI Angkatan Darat,” ungkap Rosalina dengan bangga sekaligus haru.

(Hariyadi).

banner 521x10

Komentar