oleh

Urai Kepadatan Stasiun Bogor, Ini Kata Bima Arya

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Wali Kota Bogor Bima Arya mengungkapkan bahwa hasil swab test yang dilakukan di Stasiun Bogor pada Selasa (7/7/2020) lalu, didapati dua penumpang KRL terkonfirmasi positif Covid-19.

Hasil tersebut pun menjadi dasar pemerintah belum bisa menambah kapasitas KRL yang saat ini dibatasi sekitar 35 persen per gerbong. Namun, ada sejumlah upaya lain bersama dari pemerintah, baik dari pusat, provinsi maupun daerah dalam mengurai kepadatan di Stasiun Bogor. Seperti apa?

“Pagi tadi saya baru mendapatkan laporan hasil swab yang kami lakukan di Stasiun Bogor pada 7 Juli lalu. Dari 155 test, dua dinyatakan positif. Dua penumpang ini adalah pengguna layanan kereta api yang bekerja di Jakarta,” ungkap Wali Kota Bogor Bima Arya saat meninjau swab massal di Terminal Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor, Jumat (10/7/2020).

Bima menambahkan, saat ini dua orang terkonfirmasi positif tersebut sedang ditangani oleh Detektif Covid-19 Kota Bogor melalui Unit Lacak. “Menurut pengakuan yang bersangkutan, mereka sudah menggunakan masker dan menjalani protokol kesehatan. Dengan data ini, saya mengimbau warga untuk tetap waspada dan hati-hati karena stasiun masih menjadi potensi klaster penularan covid-19,” ujarnya.

“Atas dasar ini pula masih belum memungkinkan untuk menambah kapasitas gerbong yang sekarang 35 persen untuk ditambah lagi. Karena itu saya ingin menyampaikan bahwa tadi malam kami melakukan rapat koordinasi dipimpin oleh Menko Maritim Pak Luhut, dihadiri oleh Menhub, Menpan-RB dan juga Menparekraf serta Gubernur Jakarta menindaklanjuti persoalan yang terjadi di Stasiun,” tambahnya.

Dalam rapat koordinasi melalui saluran video conference tersebut disampaikan bahwa kondisi tidak memungkinkan untuk menambah kapasitas gerbong karena situasi masih belum aman dan terbukti masih ditemukannya pasien positif di KRL.

“Karena itu yang dilakukan pertama adalah menambah jadwal KRL. Ada dua jadwal yang berangkat lebih pagi dari Stasiun Bogor, yakni di jam 03.15 dan 03.30 WIB setiap harinya. Yang kedua menambah layanan bus. Jadi ada 150 bus totalnya yang akan disiapkan mulai Senin besok, terdiri dari 75 unit dari Kemenhub dan 75 unit dari Pemprov DKI Jakarta. 10 bus diantaranya akan berangkat dari pool bus Damri di samping Botani. Sisanya, 140 bus akan berangkat dari stasiun Bogor,” beber Bima.

Bus gratis yang berangkat dari Stasiun Bogor untuk mengangkut penumpang ke titik tujuan Sudirman, Tanah Abang, Juanda, Manggarai dan Tebet. Sementara bus yang berangkat dari Pool Damri memiliki tujuan Sudirman dan Juanda.

“Jadi ini untuk perhatian seluruh warga, mudah-mudahan ini bisa mengurai. Karena hitung-hitungan kami, lonjakan penumpangan di pagi hari ini masih bisa dicairkan apabila busnya ditambah. Berdasarkan kesepakatan juga kapasitas bus akan ditambah, jadi sampai 70 persen. Kira-kira ada 40 penumpang kapasitas dalam satu bus. Kalau 40 x 150 berarti ada sekitar 6.000-an penumpang yang bisa terangkut. Ini mudah-mudahan bisa mencairkan kepadatan,” jelasnya.

Bima melanjutkan, sebagai langkah antisipasi dan preventif, Pemkot Bogor terus menggencarkan swab test di stasiun, terminal dan tempat publik lainnya. “Hari ini ada 250 test swab yang dilakukan. Setiap minggu akan kami gencarkan, terminal, stasiun dan tempat-tempat umum akan kita gencarkan untuk mendeteksi secara dini potensi penularan Covid-19,” kata Bima.

“Disampaikan juga masukan dari Pemkot Bogor tentang evaluasi shift kerja di Jakarta. Jadi, ini akan kembali dikaji oleh Menpan RB dan Gubernur Jakarta karena shift ini masih belum berjalan secara maksimal,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno menyatakan, dua orang yang terkonfirmasi positif dari hasil swab test di Stasiun Bogor belum lama ini sudah dilakukan tracing oleh Unit Lacak pada Detektif Covid-19.

“Dari 155 swab, kami sudah terima hasil 149. Dua dinyatakan positif, enam lagi hasilnya belum keluar. Untuk yang dua positif merupakan warga Kota Bogor yang kerja di Jakarta dan sudah dilakukan tracing. Setiap hari mereka menggunakan moda transportasi KRL.
(Periksa ginting)

Komentar