oleh

Vivo Sentul Menjawab Pemberitaan Yang Dianggap Merugikan PT. TPD

INILAHONLINE.COM, JAKARTA –  Terkait pemberitaan berjudul “LBH Konsumen Jakarta Somasi Vivo Sentul Mal Bogor”, PT. TPD selaku pengembang Vivo Sentul yang berlokasi di Jalan Raya Bogor, Km 50, Sukaraja Kabupaten Bogor melalui kuasa hukumnya dari kantor Minority Law Firm mengirim surat hak jawab kepada inilahonline.com, Rabu (5/5/2021).

Dalam suratnya yang dikatakan sebagai somasi tersebut, Syafrullah Alamsyah, SH, M.Kn menyampaikan, bahwa klinnya membenarkan telah menerima somasi dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Konsumen Jakarta selaku Kuasa Hukum konsumen Vivo Sentul bernama Susi Kurnianingsih tertanggal 7 April 2021 atas pemesanan 1 (satu) unit Kios di Vivo Sentul Mal Bogor

“Bahwa dalam somasinya itu, ada pernyataan yang tidak berdasar dan mengandung unsur kekeliruan yang mana sangat merugikan nama baik klien kami atas pemberitaan di media inilahonline.com yakni Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Konsumen Jakarta mensomasi Vivo Sentul Mal Bogor yang dibangun oleh PT. TPD,” katanya.

Menurut Syafrullah Alamsyah, klin kami merasa dirugikan atas pemberitaan itu, pasalnya pihak PT TPD hingga saat ini dianggap wanprestasi terhadap konsumennya yang dikatakan oleh Direktur Eksekutif LBH Konsumen Jakarta, Zentoni, SH, MH kepada inilah online.com, Rabu (7/4/2021)

“Dalam somasi yang dikrim LBH Konsumen Jakarta tersebut, bahwa surat somasi ini dilayangkan terhadap Vivo Sentul Mall yang dibangun PT. TPD, dikarenakan tidak ada kepastian waktu dalam penyerahan satu Unit Kios Vivo Sentul G/K/157B beserta Sertifikat Hak Milik (SHM) dari PT. TPD kepada konsumen tersebut,” tulis Syafrullah Alamsyah dalam surat hak jawabnya yang dikirim kepada inilahonline.com

“Konten pemberitaan yang rilis di atas senyata-nyatanya bertujuan untuk menggiring opini bagi masyarakat hal mana berusaha untuk mencemarkan, bahkan merusak nama baik klin  kami dengan menghakimi klin kami telah melakukan wanprestasi dan tidak memberikan kepastian hukum terhadap Para Konsumen Vivo Sentul Mall Bogor pada umumnya, terkhusus pada Susi Kurnianingsih sesuai pemberitaan,” ujarnya.

Lebih lanjut Syafrullah menegaskan, bahwa kewenangan untuk menyatakan wanprestasi merupakan ranah Pengadilan, sehingga pemberitaan tersebut yang pada pokoknya menyatakan klien kami melakukan wanprestasi dan tidak memberikan kepastian hukum bagi Susi Kurnianingsih merupakan pemberitaan yang tidak benar, tidak tepat, tidak akurat, bahkan cenderung menyesatkan yang sangat merugikan klien kami,” tandasnya.

Mengacu pada Pasal 1 angka 11 dan angka 12 jo. Pasal 5 ayat (2) dan ayat (3) UU Pers, dengan ini Minority Law Firm selaku kuasa hukum dari Vivo Sentul menjawab dan mengoreksi kekeliruan atas pemberitaan tersebut tertanggal 7 April 2021 sebagaimana dikemukakan oleh Susi Kurinianingsih.

“Karena Susi Kurnianingsih selaku konsumen baru hanya melaksanakan kewajiban pembayaran sebesar Rp. 110.000.000,- (seratus sepuluh juta rupiah) dari nilai total pelunasan kepada Klien Kami sebesar Rp 557.768.250,- (lima ratus lima puluh tujuh juta tujuh ratus enam puluh delapan ribu dua ratus lima puluh ribu rupiah) atas pembelian 1 (satu) unit Kios Vivo Sentul G/K/157 B berdasarkan Surat Pemesanan Nomor: 06648/SP/TPD/VII/2018 tertanggal 21 Juli 2018,” jelas Syafrullah.

Masih kata Syafrullah, mengenai serah terima unit dapat dilaksanakan apabila yang bersangkutan telah melunasi pembayaran sebagaimana dimaksud pada poin a kepada kliennya. Bahwa Unit tersebut sudah siap diserahterimakan dan klinnya telah memberikan solusi kepada Susi Kurnianingsih maupun para konsumen ViVo Sentul Mal Bogor yang belum membayar lunas unit yang telah dipesan dengan cara pinjam pakai unit untuk melangsungkan usaha

“Berdasarkan hal-hal di atas, dengan ini kami meminta agar media yang memberitakan tersebut untuk  mengklarifikasi dan mengoreksi atas pemberitaan tersebut,” imbuhnya. (Red)

Komentar