oleh

Wisata Aman Borobudur di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

INILAHONLINE.COM, BOROBUDUR — Kawasan wisata Candi Borobudur, merupakan satu dari lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang terus berbenah melakukan penataan, dan pengembangan potensi di tengah pandemi Covid-19. Maka Penerapan CHSE dipercaya membantu mewujudkan pariwisata yang sehat.

“Sehingga perekonomian akan kembali bergulir, dengan tetap menjaga kesehatan wisatawan, pelaku wisata dan masyarakat di Borobudur,” ujar Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Otorita Borobudur (BOB), Agus Rochiyardi, pada Webinar bertema “Wisata Aman di Era Adaptasi Kebiasaan Baru: Strategi Promosi Pariwisata Borobudur Dalam Mendukung Perekonomian Nasional”, Kamis (9/9-2021).

Acara diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom, nara sumber Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju, Lana Koentjoro, Wakil Ketua ASITA DIY Bidang Pemasaran dan Komunikasi, Fachri Herkusuma, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Slamet Ahmad Husein, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemkominfo, Septriana Tangkary, sebagai keynote speaker.

Menurut Agus, pengembangan sektor pariwisata Borobudur, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah, dituangkan di dalam Peraturan Presiden Nomor 79 tahun 2015 tentang akselerasi pertumbuhan ekonomi koridor Kendal – Semarang – Salatiga – Demak – Grobogan, Kawasan Purworejo – Wonosobo – Magelang – Temanggung, dan kawasan Brebes-Tegal-Pemalang.

Lebih lanjut Agus Rochiyardi menjelaskan, faktor dasar daya saing pariwisata, sustainable tourism, produk dan jasa yang unik, serta high value experience bagi wisatawan merupakan cara meningkatkan kualitas Pariwisata.

“Pandemi Covid-19 ini mengubah tren pariwisata di dunia, sehingga terjadi sebuah pergeseran serta adanya perubahan perilaku melalui era revolusi digital. Wisatawan kini lebih memilih domestic micro tourism yang jaraknya pendek, waktunya pendek, staycation”, ujar Agus.

Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga, Slamet Ahmad Husein mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Magelang menyambut baik Borobudur sebagai Destinasi Super Prioritas, dan terus berupaya memperkuat sinergitas antar pemangku kepentingan terkait dan kolaborasi untuk mewujudkan pariwisata yang sehat, sehingga ekonomi akan tetap bergulir khususnya bagi masyarakat sekitar Borobudur.

“Borobudur sebagai Destinasi Super Prioritas ikut mendukung terwujudnya Smart City dan Smart Economy Kabupaten Magelang. Smart City mendorong inovasi melalui pariwisata, bisnis, dan wajah kota, , kemudian Smart Economy diarahkan untuk mendorong sistem perekonomian yang mampu menghadapi kondisi yang destruktif seperti masa pandemi sekarang ini”, ujar Slamet.

Keynote speaker, Septriana Tangkary menyampaikan, empat arahan tentang New Normal pada sektor pariwisata, yaitu pertama perubahan tentang tren pariwisata di dunia. Kedua, protokol new normal di sektor pariwisata harus menjawab isu utama yakni keselamatan dan kesehatan. Ketiga, standar baru yang akan menjadi sebuah kultur baru, kebiasaan baru di sektor pariwisata. Keempat, strategi khusus terutama dengan dilaksanakannya vaksinasi demi mencapai herd immunity di Indonesia.

“Yang terpenting adalah mengembalikan kembali hasrat penduduk untuk mengunjungi tempat wisata dengan rasa aman dan nyaman yang diperoleh dari vaksinasi dan protokol kesehatan yang baik dan tepat,” kata Septriana menegaskan.

Wakil Ketua ASITA DIY Bidang Pemasaran dan Komunikasi, Fachri Herkusuma menambahkan, adalah mengedepankan promosi wisata mengenai protokol kesehatan dan penerapan CHSE, promosi destinasi wisata zona hijau, atau produk UMKM untuk daerah zona merah. Penjualan paket wisata terjangkau, dan menargetkan wisatawan couple dan family, dengan wisata di alam terbuka atau wisata edukasi.

Selain itu, pengembangan wellness tourism dan sport tourism. ASITA telah menyiapkan majalah dan video mengenai pariwisata di era adaptasi new normal yang menjadi percontohan di Kemenparekraf. “Dengan adanya pandemi Covid-19 yang panjang, mau tidak mau seluruh pihak harus berinovasi dan berkolaborasi untuk menyelamatkan pariwisata dan ekonomi kreatif”, tutur Fachri. (ali subchi)

Komentar