oleh

Antisipasi Perkembangan Teknologi, Birokrasi Harus Siap dan Adaftif Terhadap Berbagai Perubahan

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada era digital sekarang ini, semakin membuat segala sesuatu bergerak secara cepat dan bergeser dari dunia nyata ke dunia maya.

”Untuk mengantisipasi perkembangan itu, birokrasi harus mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan ini. Birokrasi harus mengubah cara bekerja agar tidak “terlindas” oleh perkembangan teknologi informasi.,”ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah Riena Retnaningrum, saat membuka Seminar peningkatan Kompetensi Jabatan Fungsional Pranata Humas dan Pranata Komputer di Aula Diskominfo, beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, perubahan itu nyata dan harus dihadapi dan birokrasi mesti siap dan adaptif terhadap berbagai perubahan tanpa meninggalkan integritas.

“Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi melalui berbagai sistem informasi dan aplikasi, dapat memberikan pelayanan publik secara cepat, murah, mudah, terukur, namun tetap ramah dan santun,”paparnya.

Menurutnya, birokrasi harus mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, membuka berbagai akses informasi kepada masyarakat, sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pengawasan penyelenggaraan pemerintahan.

”Semua ini sebagai wujud dari transparansi pemerintahan dan good governance,” ujarnya..

Namun demikian, lanjutnya, pejabat fungsional sebagai abdi negara dan pelayanan masyarakat dituntut mampu memberikan kinerja dan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Misalnya, pranata komputer berkewajiban menciptakan berbagai inovasi yang terintegrasi dan berkelanjutan, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan.

Sementara pranata humas bertugas mengomunikasikan setiap kebijakan dan kinerja pemerintah, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat, untuk selanjutnya diolah sebagai bahan penyusunan kebijakan.

“Keduanya harus mampu berkolaborasi secara kreatif, untuk meningkatkan kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan layanan publik serta aksesnya,” tuturnya.

Dengan demikian, tutur Riena, setiap pranata komputer dan pranata komputer harus memahami seluk beluk penyelenggaraan pemerintahan agar dapat memperoleh insight terbaik, mengenai kebutuhan pengembangan instansinya. Selain dapat memunculkan berbagai strategi pelaksanaan tugas dan pelayanan publik yang inovatif dan kreatif.

“Kembangkan knowledge, bangun jejaring seluas-luasnya untuk mempermudah pelaksanaan tugas,” ujar Riena.

Sekretaris Diskominfo Jateng Ratna Dewajati menuturkan, seminar tersebut dihadiri oleh 130 peserta Pejabat fungsional pranata humas dan pranata komputer yang bertugas di instansi kabupaten/ kota dan SKPD Provinsi Jawa Tengah.

Narasumber yang hadir, Wakil Ketua Umum BPP Perhumas Pusat Heri Permadi, Founder dan Chief Editor PR Indonesia Asmono Wikan, dan Kasubbag Tata Administrasi Jabatan Fungsional BPS Pusat Godlif MT Nainggolan.

(Suparman)

Komentar