oleh

Bank Indonesia Jateng Dorong Sinergitas Pengembangan Ekonomi Syariah

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jateng menginiasi program pengembangan ekonomi syariah, yang kini dikembangkan oleh pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendorong kemandirian pondok pesantren dalam berwirausaha.

Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Ika Tejaningrum mengatakan, sejak 2016 beberapa pondok pesantren di provinsi ini, telah mengimplementasikan program pengembangan ekonomi syariah sesuai dengan potensi masing-masing.

“Program pengembangan ekonomi syariah sudah dilakukan sejak 2016. Kami bekerja sama dengan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP),” ujarnya saat beraudiensi dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di ruang kerja Wagub, Kamis (29/8/2019).

Menurutnya, beberapa program pesantren yang menjadi rintisan program pengembangan ekonomi syariah, antara lain PP Al Mas’udiyyah di Blater-Jimbaran Kabupaten Semarang untuk budidaya perikanan, PP Pabelan di Kabupaten Magelang untuk peternakan domba dan PP Al-Anwar untuk usaha konveksi.

“Kami akan kembangkan kerja sama tren shop dengan FKPP di Pati, yaitu PP Darul Falah. Selain juga Pusat Informasi Kajian Ekonomi Syariah (PIKES), sebuah forum yang di dalamnya ada akademisi dan pemerintah untuk melakukan kajian dan ada website untuk update informasi program,” tuturnya.

Program pengembangan ekonomi syariah, menurutnya, bisa dikembangkan di lingkungan pondok pesantren, sehingga diharapkan dapat mendorong kemandirian mereka dalam berwirausaha, khususnya dalam memproduksi komoditas unggulan yang halal, sehingga direplikasi oleh kabupaten/kota di Jateng.

“Kami berharap program ini bisa mendorong kemandirian pondok pesantren. Dengan kerja sama yang dijalin bersama FKPP, semoga dapat direplikasi di semua kabupaten/kota di Jawa Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menyambut baik program pengembangan ekonomi syariah di lingkungan pondok pesantren yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan BI Jateng.

“Saya tertarik dengan program pengembangan ekonomi syariah untuk mendorong kemandirian pondok peaantren. Oleh karena itu,tahun ini kita melakukan pelatihan 100 pondok pesantren di bidang produksi, diberdayakan untuk menunjang ekonomi pondok pesantren,” tuturnya.

Menurutnya, Pemprov juga bermitra dengan Sampoerna Foundation untuk memberikan pelatihan manajemen toko di lingkungan pondok pesantren. Pihaknya berharap, program pemberdayaan ekonomi syariah yang diinisiasi oleh BI Jateng dapat diimplementasikan secara sinergis dengan program Pemprov.

“Kita bisa sinergikan bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah supaya sinkron, sehingga keberlanjutan program dan pelatihan yang diberikan dapat terus berlangsung,” ujarnya.

(Suparman)

Komentar