oleh

Bima Arya : Arah pembangun menjadi masalah terbesar di Kota Bogor

Inilahonline.com (Jakarta) – Arah pembangunan menjadi masalah terbesar di Kota Bogor yang melatarbelakangi diambilnya kebijakan untuk redistribusi fungsi. Demikian ungkap Walikota Bogor, Bima Arya saat menjadi salah satu pembicara dalam sesi panel Indonesia-Australia Resilient Cities di Ritz Carlton Mega Kuningan, Selasa (7/3/17).

“Saat ini di Bogor semua aktivitas terpusat di tengah kota. Mulai dari perniagaan, pemerintahan, sampai pendidikan dan sarana ibadah. Karena itu diperlukan redistribusi fungsi,” ujar Bima.

Langkah lain yang diambil, lanjut Bima, dengan mengembalikan identitas Kota Bogor. “Yang membedakan Kota Bogor dengan kota lain di Jabodetabek adalah karena Bogor dulunya dikenal sebagai pusat salah satu kerajaan besar yaitu Pakuan Pajajaran. Bogor juga dikenal sebagai green city pertama di belahan dunia timur,” beber Bima dihadapan undangan dan pembicara yang hadir.

Identitas itu, lanjutnya, menjadi dasar untuk penentuan arah pembangunan Kota Bogor yaitu sebagai heritage city dan green city. Ditambah penerapan teknologi yang diwujudkan melalui konsep smart city. (humas:dkw)

Komentar