oleh

Biro ULP Ditjen Hubla Kemenhub RI Sering ‘Main Mata’

Pihak PT Multi Karya Pratama (MKP) menduga panitia lelang di Biro ULP Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI telah bermain mata dengan para pemenang tender. Semua lelang tender sebelumnya telah diatur pemenangnya.

“Semua pengadaan barang dan jasa di sana semuanya rekayasa. Tendernya hanya tipu-tipu, semua paket pekerjaan sudah ada calon pemenangnya,” ungkap Nathanael Simanjuntak, Direktur PT MKP, Rabu (8/5).

Direktur PT MKP, Nathanael Simanjuntak.

Menurutnya Kepala Biro ULP Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Harno Trimadi juga harus diperiksa oleh inspektorat. Sebab menempatkan orang-orang yang tidak memiliki kompetensi sesuai dengan tender proyek sebagai panitia lelang.

“Kepala Bironya Harno Trimadi. Semua petugas ULP yang melaksanakan tender barang dan jasa tidak punya integritas dan tidak punya kemampuan,” tegasnya.

Sebelumnya, PT MKP telah merasa dicurangi dalam lelang tender Penyelesaian Trastle dan Dermaga Pelabuhan Sarmi. Sebab pihaknya kalah dengan alasan yang tidak jelas. Bahkan pemenang tender dipilih oleh panitia lelang adalah PT Lalanta Waya yang memberikan penawaran lebih tinggi dari PT MKP.

Paket Penyelesaian Trastle dan Dermaga Pelabuhan Sarmi sendiri memiliki pagu anggaran Rp 18.070.244.000 dan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 16.263.218.175,29.

Penawaran PT MKP untuk paket proyek ini Rp 14.800.000.000, sementara penawaran PT Lalanta Waya Rp 15.450.059.311,85. Dan setelah melalui negosiasi, PT Lalanta Waya berhasil mendapatkan nilai kontrak Rp 15.450.000.000.

Sementara Kepala Biro ULP Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Harno Trimadi saat dikonfirmasi tidak bisa memberikan hasil dari penelaah proses lelang proyek tersebut.

“Hasil telaah itu konsumsi internal, lihat saja nanti. Lagi pula itu belum ada pemenangnya, kecuali kalau sudah ada SPPBJ (surat penunjukan penyedia barang jasa) karena itu konstruksi. Jadi sampai ada penerbitan SPPBJ masih bisa diubah,” kilahnya.

Komentar