INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Blok Cepu yang dikelola perusahaan PMA (Exxon Mobil Cepu Limiter) bekerjasama dengan BUMN dan BUMD dalam negeri, mengalami perkembangan cukup signifikan, sehingga mampu mewujudkan produksi minyak mentah (crude oil), sebesar 200.000 barel per hari (BPH) crude oil (minyak mentah) dengan kapasitas 203.000 hingga 208.000 BPH.
”Sesuai harapan Operator Blok Cepu, Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL), telah memastikan produksi minyak mentah di Lapangan Banyu Urip, Cepu, Kaupaten Blora, kini semakin optimis dengan angka diatas 200.000 barel per harinya,”ujar Juru Bicara EMCL Rexy Mawardijaya di Semarang, Jumat (27/7/2018).
Ia mengatakan, semenjak memasuki tahun 2017 produksi minyak mentah Blok Cepu mulai stabil di atas 200.000 BPH, bahkan puncak produksi di Lapangan Banyu Urip sudah terpenuhi sejak awal 2016.
”Jika saat ini produksi Lapangan Banyu Urip di atas 200.000 BPH, sudah dapat dipastikan target puncak produksi 165.000 hingga 185.000 BPH sudah terealisasi dan terlampaui sejak dua tahun lalu,”paparnya.
Menurutya, EMCL, sekarang ini tengah menyiapkan lapangan Kedung Keris yang ditargetkan mampu produksi, hingga mencapai sebanyak 10.000 BPH,
”Dengan memasang pipa-pipa, proyek minyak dan gas bumi (migas) di Lapangan Kedung Keris (KDK) itu, diharapkan di wiayah Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur, diawali dari pengeboran sumur bisa memberikan nilai lebih,”tuturnya.

Namun demikia, menurutnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah mendukung penuh Lapangan KDK, yang tercermin dari persetujuan rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) Lapangan (KDK), Blok Cepu.
”Hanya untuk mewujudkan proyek KDK itu, juga sedang disiapkan total investasinya sebesar US$ 171 juta dan semuanya berjalan sesua rencana serta lancar.”
”Dua proyek ini Investasi Lapangan KDK total membutuhkan sebesar US$ 171 juta, kalau lapangan Banyu Urip investasi senilai US$3,5 miliar,” tutur Rexy Mawardijaya.
Khusus Lapangan KDK, dia menambahkan, akhir 2019 sudah dapat menghasilkan produksi, bahkan bisa menghasilkan minyak mentah 10.000 BPH, sudah dapat dipastikan volume produksi Blok Cepu akan semakin meningkat.
”Lapangan KDK menjadi tambahan penting terhadap 729 juta barel minyak di Blok Cepu dari pengembangan Lapangan Banyu Urip,”ujarnya.
Seperti diketahui hak pengelolaan Blok Cepu dipegang oleh dua kontraktor terdiri Pertamina EP Cepu dan EMCL. Keduanya sama-sama memiliki hak pengelolaan sebesar 45%, meski operatornya dipegang EMCL.
”Sisanya 10%, hak pengelolaannya dimiliki empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Blora Patragas Hulu, PT Petrogas Jatim Utama Cendana, PT Asri Darma Sejahtera dan PT Sarana Patra Hulu Cepu.”(Suparman)






























































Komentar