oleh

Bupati Subang Beraudensi Di PT DAHANA, Bahas Progres Pembangunan Waduk Sadawarna

INILAHONLINE.COM, SUBANG

Bupati Subang, H.Ruhimat melakukan kunjungan kerja untuk beraudensi dengan beberapa pihak, terkait diantaranya rencana pembangunan Waduk Sadawarna, bertempat di Aula PT.DAHANA (Persero), sebuah perusahaan bahan peledak yang berada di wilayah Desa Sadawarna, Kecamatan Cibogo, Subang, Kamis (4/7/2019).

Kedatangannya ke PT.DAHANA disambut langsung oleh Direktur Keuangan & SDM Asmorohadi. Waduk Sadawarna merupakan salah satu program nasional yang tengah terus dipacu pengerjaannya. Pembangunan Bendungan Sadawarna sendiri hingga saat ini belum juga terlihat progres pembangunannya. Persoalan pembebasan lahan masih menjadi persoalan yang membelit project nasional hingga laju pembangunannya melambat.

Pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum kini terus berupaya melakukan percepatan pembangunannya. “Tahun ini kami berharap bisa melakukan progres pembangunan sekitar 10%,” kata Kepala Satuan Kerja Pelaksana Pembangunan Bendungan Sadawarna, Jaya saat audiensi di PT DAHANA (Persero).

Dalam penuturannya, Jaya menyampaikan perihal permintaan pelepasan tanah DAHANA yang akan dibangun bendungan. Pada mulanya tanah DAHANA yang harus dilepaskan seluas 69 hektar, namun setelah melakukan kajian dan sertifikasi design pembangunan, lahan DAHANA yang akan terpakai semakin meluas menjadi 72 hektar.

Untuk meningkatkan progres pembangunan, Jaya melanjutkan, pihaknya akan segera memulai pembangunan dengan titik awal pengerjaannya di lahan DAHANA. “Kami sangat perlu segera meningkatkan progres pengerjaan pembangunan, karenanya kami memohon izin penggunaan lahan, seiring berjalan dengan penyelesaian administrasi pembelian lahannya,” terang Jaya.

Rencananya, akses jalan dan lahan milik DAHANA akan menjadi titik awal progres pembangunan, dimana nantinya alat-alat besar akan masuk melalui akses jalan milik DAHANA, dan penyimpanan material serta kantor akan dibangun diatas lahan DAHANA. Lahan ini adalah lahan yang nantinya harus dilepas oleh DAHANA.

Jaya pun memastikan bahwa pihaknya telah melakukan kesepakatan kontrak dengan beberapa pihak untuk pengerjaannya, begitu pun design bendungan telah jadi dan telah tersertifikasi karenanya tahap awal pembangunan sudah pasti.

“Prinsipnya kami tidak akan melakukan pembangunan jika masalah pembayaran lahan belum selesai, untuk lahan milik warga masyarakat. Namun kami berharap karena kita sama-sama pelat merah bisa memakluminya, kami bisa melakukan lebih dulu pembangunan di lahan DAHANA,” ujar Jaya.

Direktur Keuangan dan SDM Asmorohadi dalam kesempatan ini menyampaikan pada prinsipnya DAHANA sangat mendorong program pemerintah dalam pembangunan waduk Sadawarna, namun upaya pelepasan lahan sangat perlu disampaikan segera kepada BOP dan Komisaris serta Kementerian terkait.

“Pelepasan yang 69 hektar sudah turun surat izinnya, tapi sekarang jadinya malah 72 hektar, kami harus menyampaikan lagi ke komisaris. Kami sangat mendukung progres percepatan pembangunan, namun kami juga sangat perlu mengetahui timeline pembangunannya, sebagai bahan acuan kami untuk disampaikan kepada pemegang saham, karena kami perlu tahu kepastiannya,” ujar Asmorohadi.

Sementara Bupati Subang, H. Ruhimat mensupport penuh megaproyek nasional itu segera digulirkan. Bupati mengatakan, dengan adanya Waduk Sadawarna itu, akan bisa mengairi area pertanian di Kabupaten Subang, Majalengka dan Sumedang serta daerah lainnya. Tidak hanya untuk menjamin ketersediaan air untuk areal pertanian, Waduk Sadawarna bisa menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat.

“Tentu kita sangat sangat mensuport proyek waduk sadawarna ini secepatnya untuk digulirkan, harus segera ada progres pembangunannya,” kata Bupati

Sekedar diketahui waduk Sadawarna itu meliputi 3 kabupaten,yakni Kabupaten Subang, Indramayu dan Sumedang, serta manfaatnya untuk mengairi pesawahan di dua kabupaten (Kab.Subang dan Indramayu) seluas 4.500 Ha, dan ke depan bendungan tersebut akan dijadikan pembangkit listrik.

Selain Bupati Subang, hadir dalam kegiatan ini pihak lainnya yang terkait, mulai dari Camat Cibogo, Danramil, Polsek Cibogo, Kadis PUPR, Pihak BPN Subang, serta Kepala Satuan Kerja Pelaksana Bendungan Sadawarana.

(Abdulah)

Komentar