Coklit Serentak, PPDP Sasar Keluarga Gubernur Jateng Ganjar Pranowo

Daerah, Politik563 Dilihat

InilahOnline.com (Semarang-Jateng) – Keluarga Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjadi salah satu yang disasar sebagai ikon untuk gerakan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pemilihan Gubernur Jateng 2018. Selain petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP), komisioner KPU Jateng, KPU Kota Semarang, Bawaslu Jateng, dan Panwaslu Kota Semarang juga ikut hadir di rumah dinas gubernur Puri Gedeh pada Sabtu (20/1) malam.

Danang, selaku PPDP mewawancarai Ganjar dan isterinya Siti Atiqoh Supriyanti. Pada keluarga Ganjar, memang hanya ia dan isterinya yang masuk dalam daftar pemilih. Putera tunggal mereka, Muhammad Zinedine Alam Ganjar belum masuk daftar.

“Apakah betul bapak Ganjar Pranowo tempat tanggal lahir Karanganyar 28 Oktober 1968 usia 49 tahun dengan alamat rumah Jalan Gubernur Budiono nomor satu Gajahmungkur Semarang?,” kata Danang.

“Leres mas,” kata Ganjar yang mengenakan baju batik berwarna hitam bercorak merah itu.

“Lajeng ibu nama Siti Atikoh S lahir Purbalingga 25 November 1971 usia 46 tahun alamat rumah di

Jalan Gubernur Budiono nomor satu Gajahmungkur Semarang, betul ibu?,” kata Danang.

“Betul,” kata Atiqoh.

Setelah verifikasi selesai, Ganjar diminta membubuhkan tandatangan. Acara dilanjutkan dengan foto bersama. Ganjar dan Atiqoh diminta memegang poster bertuliskan “Saya sudah terdaftar Sebagai Pemilih Pilgub 2018”. Ganjar kemudian menempelkan sticker di pintu rumah dinas sebagai tanda sudah diverifikasi.

Kepada wartawan Ganjar mengatakan, gerakan coklit serentak secara Nasional sangat bagus untuk mengingatkan dan menyosialisasikan gelaran Pilgub. Warga yang awalnya tidak tahu menjadi paham dan bisa mengoreksi jika ada anggota keluarganya yang belum masuk daftar pemilih.

“Sehingga ada kesadaran ‘kok saya belum terdata’ misalnya, semua bisa ngacung sehingga semua terdata dan hak pilihnya nggak hilang,” katanya

Ketua KPU Jateng Joko Purnomo mengatakan, gerakan coklit sebagai bagian pemutakhiran data pemilih sebenarnya lebih pada sosialisasi kepada masyarakat. Maka coklit yang dimulai Sabtu 20 Januari diawali dengan menyasar rumah para tokoh nasional maupun regional.

Selain Ganjar Pranowo, petugas PPDP juga mengunjungi rumah sejumlah tokoh di Kota Semarang. Diantaranya Ketua Bawaslu RI Abhan Misbah di Sendangmulyo, Tembalang dan Komisioner KPU Jateng Hasyim Asyari di Plamongan Sari, Pedurungan.

“Kita ingin menggugah kesadaran masyarakat pada pilkada, maka gerakan coklit serentak kepda tokoh-tokoh ini kita publikasikan agar menjadi ikon untuk menggugah kesadaran tadi,” katanya.

Joko melanjutkan, pemutakhiran data pemilih akan berjalan hingga 28 hari efektif. Untuk coklit hari pertama di Jateng, menurut Joko, ditargetkan menyasar 320.480 rumah dengan menerjunkan 92.480 petugas.

“Ternyata hari ini melebihi target semua, maka dari target keseluruhan 1,2 juta rumah insyaallah bisa melebihi, karena hari ini target 4,7 persen dari seluruh data pemilih kita coklit sudah terlampaui,” jelasnya.(Suparman)

banner 521x10

Komentar