oleh

Developer Apartemen Jasmine Park Bogor Terancam Digugat LBH Konsumen Jakarta

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Developer PT. MTA yang membangun Apartemen Jasmine Park Bogor terancam digugat. Pasalnya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Konsumen Jakartan telah melayangkan surat somasi kepada pihak PT. MTA. Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif LBH Konsumen Jakarta, Zentoni, SH, MH kepada media, Minggu (28/3/2021).

Menurut Zentoni, ada dua orang pembeli unit apartemnt bernama Anita D dan Ryan M mengaku hingga saat ini belum ada wqaktu kepastian penyerahan unit apartemen beserta Sertifikat Hak Milik Rumah Susun (SHMRS) yang pernah dijanjikan kepada klien-nya.

“Terhitung hari ini Sabtu, tanggal 27 Maret 2021 LBH Konsumen Jakarta selaku Kuasa Hukum dari pemberi kuasa yang membeli unit Apartemen Jasmine Park Bogor telah resmi melayangkan surat Somasi terhadap Apartemen Jasmine Park yang dibangun oleh PT. MTA,” katanya.

Zentoni selaku Direktur Eksekutif LBH Konsumen Jakarta menerangkan, bahwa surat Somasi ini dilayangkan terhadap Apartemen Jasmine Park yang dibangun oleh PT. MTA hingga sampai saat ini tidak ada kepastian waktu dalam peyerahan unit apartemen beserta SHMRS dari PT. MTA kepada dua orang konsumen tersebut 

“Oleh karena tidak ada kepastian waktu dalam peyerahan unit apartemen beserta Sertifikatnya dari PT. MTA selaku developer kepada Klien kami, atas ketidakjelasan tersebut maka klien kami akan membatalkan pembelian unit apartemen tersebut dan meminta seluruh uang yang telah disetorkan agar dikembalikan kepada Klien,” ujar Zentoni.

Kata Zentoni, adapun uang yang tel;ah disetorkan klien kami kepada pihak developer secara keseluruhan berjumlah Rp. 141.744.774. Untuk itu, dalam hal ini LBH Konsumen Jakarta selaku Kuasa Hukum memberikan tanggang waktu selama tujuh hari kepada PT. MTA agar segara mengembalikan seluruh uang yang telah disetorkan, agar kami tidak melakukan gugatan kepailitan atau Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

“Permintaan kami agar PT. MTA segera mengembalikan uang klien kami, karena untuk menghindari upaya hukum kami melakukan gugatan ke Pengadilan Niaga untuk kami pailitkan,” tandas Zentoni Alumni Pasca Sarjana FH Universitas Diponegoro (Undip) semerang tersebut. (Red)

Komentar