oleh

FAJI Subang Baru Seumur Jagung, Eksistensinya Sudah Nampak Dan Digandrungi Kaum Milenial

INILAHONLINE.COM, SUBANG

Keberadaan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) di Kabupaten Subang baru seumur jagung yang didirikan di penghujung tahun 2018 silam, namun geliat eksistensinya sudah nampak dan digandrungi kaum milenial.

FAJI sendiri menjadi salah satu cabang olahraga (Cabor) yang paling banyak digemari oleh kaum millenial, yang cinta olahraga dan alam, konservasi alam, tantangan dan petualangan. Karena selain berolahraga, cabor FAJI ini bersentuhan langsung dengan alam dan lingkungan, sekaligus mitigasi bencana.

Ketua Umum Pengurus Cabang FAJI Kabupaten Subang, Ratu Agung Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Ambu Indung Budak Noviyanti Maulani mengatakan, meski cabor FAJI di Subang belum diakui oleh KONI, namun eksistensi FAJI, selama tahun 2019 lalu, pernah mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Arung Jeram di Sumedang pada pertengahan Desember 2019, melakukan mitigasi bencana, berupa membersihkan sampah dari aliran sungai Cipunagara Cibogo, yang menjadi track arung jeram. Dan melakukan misi kemanusiaan mambantu korban banjir Pantura di awal tahun 2020 ini, termasuk membantu pencarian korban tenggelam di Situ Nagrogjaya Pagaden.

“Sesuai amanat Federasi, dan intruksi Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, selaku pembina FAJI Kabupaten Subang, kami akan terus eksis, meski belum mendapatkan perhatian dari KONI dan Pemkab Subang, kami berupaya untuk meraih prestasi,” ujar Noviyanti kepada wartawan di Subang, Jum’at (31/1/2020).

Selain itu diawal Januari 2020 kemarin kata Noviyanti, FAJI Subang sudah menggelar Rapat Kerja Tahunan (RKT), untuk menyusun kerja tahun 2020. Isi program FAJI di 2020 ini, salah satunya progres menuju Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar 2022.

“Kami sudah menggelar RKT, untuk menatap Porda Jabar 2022,” terangnya.

Sementara itu dikatakan Noviyanti, program 2020 ini, FAJI sendiri, menjadualkan untuk melakukan mitigasi bencana, seperti membersihkan aliran sungai Cipunagar, dan sejumlah aliran sungai lainnya, termasuk penanaman pohon di sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS).

“Tahun ini FAJI juga mengagendakan melakukan mitigasi bencana,” pungkas Noviyanti.

(Abdulah)

Komentar