oleh

Gandeng Milenial, Kerapu akan Kembangkan Potensi Wilayah Pantai Pesisir

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Ketua Keluarga Alumni Perikanan Undip (Kerapu) Abdul Kadir Karding akan mendorong kalangan milenial untuk melakukan terobosan pemberdayaan masyarakat pesisir dengan membuat start up wisata bahari, ekosistem laut, perikanan dan lainnya.

”Untuk mengembangkan usaha itu, pihaknya akan terus konsisten melakukan pemberdayaan masyarakat pesisir,”ujarnya di Antara Kafe Semarang, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, meski saat ini Kerapu merangkul kalangan milenial untuk melakukan terobosan pemberdayaan masyarakat pesisir dengan membuat start up, namun harus dilakukan pemberdayaan secara intensif sehingga bisa menimbulkan rasa jiwa kewiraswataan

“Kerapu terus mendorong kalangan milenial membuat berbagai terobosan pemberdayaan masyarakat pesisir dengan membuat start up wisata bahari, ekosistem laut, perikanan, dan lainnya,” ujarnya pada ngopi bareng maritim.

Namun demikian menurut Karding, untuk mengembangkan wilayah pesisir tidak terlalu sulit, karena sudah ada teknologi informatika. Dalam era digital ini cukup menggunakan gadget melalui media sosial, Facebook, Instragram dan lainya.

”Jadi bisa menjual wilayah pesisir dengan pariwisata bahari di antaranya kawasan mangrove, karang, dan lainnya,” tuturnya.

Agar hasilnya maksimal, lanjutnya, maka antar-start up tersebut harus menjalin sinergitas dan kerja sama.Dalam hal ini, Kerapu akan menjadi fasilitator bagi start up dengan membantu pemasaran.

“Kerapu akan berkomuniskai dengan pemerintah untuk membantu start up mengambangkan wilayah pesisir,” ujarnya.

Kegiatan Ngobam tersebut mengusung tema “Peran Serta Start Up Menyongsong Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia Mampukah?”, yang diikuti puluhan anak muda.

Dalam kesempatan yang sama, CEO start up Indofishery Abdul Hamid, menuturkan pihaknya menjual berbagai jenis ikan sesuai permintaan konsumen melalui online. Dengan online ini permintaan masyarakat akan ikan tiap hari terus meningkat.

“Untuk memasarkan hasil ikan para nelayan tidak ada hambatan. Kami menjual melalui webiste indofsiher.id dan Whatsapp serta Instargram,” tuturnya.

Sementara, Pendiri start up Indonesia Tour Guide, Noky Risky Samudra mengatakan kendala yang dihadapi untuk memasarkan wisata bahari, pulau dan pantai di antarantmya masih ada sarana yang belum mendukungnya. Namun ada kendala lain star up yang dikelola belum ada kejelasan pembinaan di bawah Dinas Pariwisata atau Dinas Komunikiasi dan Informatika.

“Saat ini Indonesia Tour Guide masih fokus dibidang jasa pemandu wisata dan rental kendaraan,” ujar alumni Fakultas Perikanan Undip.

(Suparman)

Komentar