Ganjar Kunjungi Pasar Baledono, Mewah Tak Luput Masalah

15/05/2018 21:18:03 Kategori: ,

INILAHONLINE.COM, PURWOREJO - Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan kunjungan ke salah satu pasar bersejarah di Purworejo, Pasar Baledono, Selasa (15/5) pagi. Meski sepintas pasar dengan bangunan baru ini nampak mewah, ternyata tak luput dari masalah.
Melihat kunjungan calon gubernur petahana tersebut pedagang pun sontak mengerubuti dan mengadukan berbagai persoalan.

Calon gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Selasa (15/5) memberi beberapa jalan keluar terhadap persoalan yang ada. Utamanya soal modal usaha.

"Tadi pedagang mengatakan butuh kredit. Di Bank Jateng ada kredit mitra Jateng 25. Kalau perlu kita pertemukan besok pagi, kalau perlu Minggu ini," kata Ganjar.

Pasar Baledono masuk kategori tradisional moderen termewah pertama yang ada di Kabupaten Purworejo. Selain Pasar termewah, Proyek ini juga dibangun dengan anggaran tertinggi yang mencapai Rp 120 Miliar.

Bahkan pasar tersebut menjadi satu-satunya pasar di purworejo dengan 3 lantai, dengan fasilitas tangga eskalator, ruangan penitipan anak, ruang klinik, ruang perbankan, koperasi, ruang pertemuan yang sangat luas dan di lengkapi AC. Serta dilengkapi CCTV, dan masih banyak ruangan penunjang lainnya.

Selain persoalan modal usaha, Ganjar juga menerima keluhan masalah air dan kamar kecil. Selain itu pedagang juga mengeluhkan eskalator yang mati. Dia mengaku akan segera menyampaikan.

"Saya kasih perhatian, mumpung masih baru. Karena kebersihan tidak boleh hanya seminggu sekali tiap jumat, tapi setiap hari harus ada tim yang bekerja. Kalau perlu pakai peralatan kalau tenaga manusia kurang," kata Ganjar.

Selain soal fasilitas tersebut, Ganjar meminta agar komunikasi antara paguyuban dengan pengelola ditingkatkan agar proses pemindahan pedagang bisa optimal sehingga pasar Baledono bisa kembali gayeng. Sampai saat ini pedagang yang masuk baru 70 persen.

"Contoh pak Jokowi seperti pindah pasar di solo, juga ketika pasar Johar ketika memindah pedagang. Kita cari sponsor yang beli di sini dapat kupon, hadiah mobil setahun diundi. Nanti kan orang berdatangan. Karena tertarik," katanya.

Untuk menarik pembeli, Ganjar juga tidak segan memberi gambaran urusan transportasi. Kopadanya bisa dilewatkan.

"Jadi permintaan masyarakat kan wajar saja. Pertama promosi, transportasi, pengelolaan yang terakhir modal usaha.

Kalau modal usaha bisa diatasi bank Jateng," tandasnya. (Suparman)