INILAHONLINE.COM, SEMARANG
“Semoga, teman-teman wartawan yang mengikuti ujian kompetensi, tak dongakke lulus. Iki dino Jumat, Jumat iku mustajab.”
Itulah doa Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jateng bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng, Jumat (15/2) pagi.
Para peserta yang terdiri dari 25 wartawan televisi dan 30 wartawan cetak maupun para undangan seperti Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS, Ketua IJTI Jateng Teguh Hadi Prayitno, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jateng Riena Retnaningrum pun langsung menjawab dengan kata “Aamiin”.
Kegiatan yang berlangsung Jumat-Sabtu (15-16/2/2019) di Gedung Diskominfo lantai 4 itu juga dihadiri Direktur UKW PWI Pusat Rajab Ritonga, Anggota Satgas Anti Kekerasan Wartawan Dewan Pers Kamsul Hasan, Ketua Komisi Pendidikan dan Pelatihan PWI Pusat Hendro Basuki serta para wartawan senior di Jateng.
Gubernur berpesan kepada para wartawan untuk jujur, sesuai fakta, ikhlas, pikiran jernih, keluar dari hati yang bersih, karena, narasi atau tulisan wartawan bagi pemerintah yang membacanya merupakan makanan sehat sehari-hari kami, tetapi kadang ada racunnya juga masuk.

“SDM jurnalis harus dikembangkan karena sangat penting. Kalau narasinya racun, ya karena dikompori, nanti kompornya yang tepuk tangan. Narasi yang baik harus dilakukan, dibuat,” katanya.
Ganjar juga menyampaikan, kompetensi wartawan sangat penting, harus ada data dan fakta, kritik oto kritik pun terbuka. Sekolah jurnalis pun diharapkan bisa berkembang. Cerita idealisme pun tidak semuanya diselesaikan dengan uang.
Kompetensi, bagi Ganjar sangat penting. Karena, ketika wartawan berkometen akan menghasilkan tulisan yang bagus. Para pembaca pun akan respek. Media pun akan menerima iklan besar dan bisa tetap hidup.
“Saat ini kan sedang pada masa disrupsi media. Maka sekali lagi, saya berharap seluruh peserta lulus dengan nilai baik, tidak ada yang menyogok,” tandasnya disambut tepuk tangan.
Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS UKW yang digelar dua organisasi profesi itu merupakan impian yang menjadi kenyataan sebagai upaya peningkatan kapasitas wartawan yang difasilitasi pemprov. Tahun ini, UKW akan digelar dua kali lagi. Sekolah jurnalis muda juga akan digelar karena didukung gubernur.
“Kami juga akan kolaborasi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), tidak hanya dengan IJTI. Karena, kami memiliki sikap sama dalam pendidikan untuk wartawan. Pembelaan kepada jurnalis juga kita lakukan bersama AJI melakukan advokasi. Kita bersama-sama menguatkan organisasi untuk membangun profesionalitas,” paparnya.
(Suparman)





























































Komentar