Ganjar Sampaikan LKPJ di Hadapan 19 Anggota Dewan, 50 Lainnya Via Streaming

INIILAHONLINE.COM, SEMARANG

Rapat Paripurna DPRD Jateng, kali ini dengan suasana berbeda. Pasalnya, nampak dalam rapat tersebut hanya dihadiri, 19 orang. Sementara 50 anggota memilih mengikuti lewat video konference dan sebagian lainnya ada yang izin.

Rapat paripurna DPRD Provinsi Jawa Tengah tersebut, memiliki agenda Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jawa Tengah Akhir Tahun Anggaran 2019 kepada DPRD Provinsi Jawa Tengah.

Duduk di deretan terdepan adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen dan Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto. Saat membuka sidang, Bambang menjelaskan, dalam situasi ini, siapapun mesti melakukan penyesuaian di tengah wabah COVID-19 ini, tidak terkecuali DPRD Jateng. Ketika jaga jarak dan tetap di rumah dikampanyekan, maka konferensi video jadi pilihan agar agenda legislasi tetap berjalan.

 

“Hari ini hanya ada 19 anggota dewan yang hadir, Pak Gub. Semuanya perwakilan fraksi. Ada juga 50 anggota yang mengikuti secara live streaming. Sesuai ketentuan, sidang ini telah memenuhi kuorum,” kata Bambang di Gedung Berlian DPRD Jateng, Senin (27/4/2020).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun mengapresiasi langkah yang dilakukan para legislator itu. Bahkan saat melakukan paparan, 50 anggota dewan tersebut juga nampak mengikuti dengan seksama.

“Cara seperti ini memang harus kita lakukan untuk memecah kebuntuan. Meski di tengah wabah, kita juga dituntut untuk kerja semakin cepat,” kata Ganjar.

Dalam paparannya, Ganjar menyampaikan capaian-capaian yang diperoleh Pemprov Jateng, yang dilakukan selama dalam tahun anggaran 2019. Dari soal inflasi, perdagangan, indeks pembangunan manusia sampai reformasi birokrasi.

“Upaya meningkatkan efektivitas, efisiensi dan akuntabilitas kinerja aparatur pemerintahan dilakukan, antara lain dengan penerapan birokrasi yang semakin casual serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik,” kata Ganjar.

Namun tingkat capaian masing-masing Misi pada tahun 2019, lanjut Ganjar, dapat digambarkan melalui capaian kinerja, tujuan dan sasaran Daerah. Dengan mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang RPJPD dan RPJMD, Serta Tata Cara Perubahan RPJPD, RPJMD, dan RKPD; dikategori dalam 5 (lima) tingkat ketercapaian yaitu Sangat Tinggi (≥ 91%), tinggi (76%-90,99%), sedang (66%-75,99%), rendah (51%-65,99%) dan sangat rendah (≤50,99%).

“Untuk pelayanan pemerintah misalnya, Jateng meraih tingkat ketercapaiannya adalah 364 indikator (93,33%) dalam kategori Tinggi dan Sangat Tinggi,” katanya.

Terkait tentang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup serta Penanggulangan Bencana, lanjutnya, dilaksanakan melalui 10 program dengan 99 indikator kinerja. Adapun tingkat ketercapaian kinerja ditunjukkan dengan 96 indikator kinerja (96,97%) Sangat Tinggi; 2 indikator kinerja (2,02%) Rendah; dan 1 indikator kinerja (1,01%) Sangat Rendah.

“Upaya ini dilakukan melalui peningkatan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup, dari hulu ke hilir serta penanggulangan bencana berbasis pengurangan risiko,” katanya.

Selanjutnya, anggota dewan akan memberi jawaban, atas LKPJ Gubernur Jateng itu satu minngu ke depan atau pada tanggal 4 Mei mendatang.

(Suparman)

banner 521x10

Komentar