INILAHONLINE.COM, SURABAYA
Sosok Diana Rosiana memang sulit ditebak. Janda satu anak ini bak politisi yang pandai menyiasati kawan seiring yang siap digunting dalam lipatan. Seperti Bro Am, sapaan akrab Amirruddin, SH, Ketua Gerakan Benteng Kebangsaan (GBK) yang telah menghelat Sarasehan Pancasila Rumah Bersama “Menangkal Radikalisme dan Intoleransi” pada 31 Agustus 2019. Sarasehan ini nyaris batal atas ulah licik Diana.
“Diana kami pecat, karena dugaan manipulasi dana panitia sarasehan dalam rangka peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI. Sampai saat ini Diana belum melaporkan dana yang dibawanya ke Bendahara Panitia GBK,” ungkap Bro Am yang mukanya sempat tergores akibat ulah Diana itu ketika dikonfirmasi, Selasa (29/10/2019).

Tak tahu pakai aji-aji Semar Mendhem jenis apa Diana itu?. Belum tuntas menyelesaikan kewajibannya ke pengurus GBK, Diana lewat K1NDO (Kita Satoe Indonesia) kembali mengadakan Sarasehan Kebangsaan bertajuk “ISLAM, PANCASILA & RADIKALISME“ di Lenmarc Mall Surabaya, Minggu (27/10/2019).
Yang tak habis pikir Diana sebelumnya hampir berhasil menggagalkan Sarasehan GBK dengan membatalkan Moderator OM WAY, Host TV One dan Prof Muzakky (salahsatu Narasumber). “Ironisnya, pada Sarasehan K1NDO itu, Diana juga menghadirkan OM WAY yang juga Komisaris Independent HK dan Prof Muzakky yang pernah dibatalkan tanpa koordinasi dengan Ketua Panitia dan Panitia GBK lainnya, sehingga acara yang sedianya digelar di Hotel Elmi terpaksa dialihkan ke STIEUS, karena penyandang dananya, Sarbiyanto Rohimone telah mencansel tempat yang sebelumnya telah dipesan di Hotel Elmi, tanpa memberitahu Ketua Panitia dan panitia lainnya,” tegas Bro Am, terheran-heran.
Alhasil, Diana telah berhasil membuat Moderator OM WAY dan Prof Muzakky membatalkan kehadirannya secara mendadak pada Sarasehan GBK, tapi narasumber lain, yakni tokoh-tokoh nasionalis, seperti Sukmawati Soekarnoputri, Boedy Djarot dan Agus Edi Santoso tetap hadir dalam acara yang digelar GBK tersebut.

“Saya tidak begitu kenal dengan Diana, tapi kalau Sarbiyanto, saya tahu karena dia adik kelas saya di SMADA, demikian pula dengan OM WAY atau Wahyu Muryadi. Dia pernah satu kelas dengan saya di SMADA. Saya juga tdak tahu mengapa mereka lebih percaya kepada Diana,” kata Bro Am, tersenyum kecut, kemudian menambahkan, “Tapi nggak apapalah, semoga acara tersebut bisa bermanfaat bagi yang lain, meskipun karena ulah mereka, saya harus menanggung kekurangan biaya pada acara yang hampir saja digagalkan Diana tersebut.”
Sarasehan Kebangsaan bertajuk “Perang Melawan Radikalisme & Intoleransi” yang digelar di Landmarc Mall Surabaya pada Minggu (27/10/2019) tersebut menghadirkan Prof Muzakky (Sekretaris PWNU Jatim), dan Denny Siregar dengan Moderator Wahyu Muryadi, mantan Pemred TEMPO. Adrian Napitupulu tidak bisa hadir sebagaimana dijanjikan oleh panitia yang mengatasnamakan K1NDO dan digantikan oleh Pabandya Bakti TNI Staf Teritorial Daerah Militer (Sterdam) V Brawijaya, Letkol Inf Drs. Didi Suryadi, MAP.
(Soleh Widarto/M Ircham)





























































Komentar