oleh

IPW Minta Polda Banten Tangkap Pelaku Pungli di RSDP Serang

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Indonesia Police Watch (IPW) mendesak agar Tim Saber Anti Pungli Mabes Polri dan Polda Banten segera menurunkan anggotanya untuk mengusut dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan pihak Rumah Sakit Drajat Prawiranegara (RSDP), Serang, terhadap keluarga korban tsunami.

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan adanya pungli dengan nominal mulai dari Rp 900 ribu hingga jutaan. Ini dilakukan oleh oknum RSDP di tengah duka yang melanda keluarga korban tsunami.

“Jika Polri dan Polda Banten membiarkannya, sama artinya jajaran kepolisian membiarkan keluarga korban dua kali kena bencana. Yakni setelah kena bencana tsunami, ternyata masih kena bencana pungli oleh oknum rumah sakit,” tulis Neta dalam rilisnya, Kamis (27/12).

Menurutnya, Polisi harus segera menyita semua kuitansi dana pungli yang dipungut pihak rumah sakit kepada keluarga korban. Dengan barang bukti ini polisi bisa segera menangkap semua oknum rumah sakit yang terlibat.

“Polisi perlu bekerja cepat agar para korban tidak dua kali berlinang air mata dan para pelaku tidak menghilangkan barang bukti. Lalu mengumumkannya kepada publik, berapa banyak oknum rumah sakit yang terlibat pungli,” tegasnya.

Hal ini perlu dilakukan sebab sebelumnya Plt Kepala RSDP Sri Nurhayati sudah mengatakan, tidak boleh ada pungutan terhadap korban dan keluarganya. Begitu juga, Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah yang mengakui, dirinya sudah mendapatkan laporan adanya aksi pungli oleh oknum pegawai RSUD Drajat Prawiranegara tersebut.

“Pemerintah Pusat dan daerah perlu juga menjelaskan, seberapa besar alokasi dana bencana alam, terutama untuk merawat dan mengurus para korban. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi pihak rumah sakit untuk memungut biaya terhadap korban bencana alam,” tandasnya.

(Badar)

Komentar