Ketua Umum PWI Lantik Ketua PWI Surakarta Masa Bhakti 2026-2030

Ketum PWI, Akhmad Munir saat melantik Ketua dan Pengurus PWI Surakrta masa bhakti 2026-2030, di Hotel Sultan, Surakarta, Sabtu (12/9;2026)

INILAHONLINE.COM, SURAKARTA – Ketua Umum (Ketum) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) melantik Ketua PWI Surakarta masa bakti 2026–2030 di The Sunan Hotel Solo, Sabtu (12/9/2026) malam.

Ketua PWI Surakarta terpilih, Sri Hartanto, wartawan dari Suara Merdeka, menjadi nakhoda baru PWI Surakarta yang cakupan tugasnya di wilayah Solo Raya (Solo, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Klaten, Boyolali) itu.

Dalam acara prosesi pelantikan Ketua dan Pengurus PWI Surakarta masa bhakti 2026-2030 juga dihadiri tersebut, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Tengah, Forkompimda se-Solo Raya dan sejumlah tamu undangan lain.

Ketum PWI, Akhmad Munir menyebut, bahwa PWI Surakarta memiliki histori yang kuat dengan perjalanan pers di Indonesia. Sebab, PWI lahir di Kota Solo pada 9 Februari 1946, yang kemudian juga ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional.

“Di kota ini, pada 9 Februari 1946, berkumpul para wartawan pejuang yang bersatu untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” kenangnya

Oleh karena itu, PWI Surakarta harus konsisten sebagai ujung tombak dalam memperjuangkan pers masa depan di tengah tantangan zaman.

 Jika tantangan pers di masa lalu adalah bagaimana menulis dan menceritakan perjuangan bangsa, maka tantangan hari ini jauh lebih kompleks.

“Pers dituntut untuk bisa membuat masyarakat cerdas, adaptif, serta mampu memilah informasi yang terverifikasi kebenarannya di tengah gempuran fake news, disinformasi dan deepfake,” tegasnya.

Ketua PWI Surakarta Sri Hartanto dalam pidato perdananya menegaskan, pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan. “Namun ini adalah sebuah amanah besar dan momentum meneguhkan marwah profesi,”

Sementra Ketua PWI Surakarta, Sri Hartanto Telusuri juga menyoroti bagaimana disrupsi media mengubah pola konsumsi informasi masyarakat. Di mana informasi saat ini bisa diakses dalam hitungan detik dari berbagai platform tanpa jaminan validitas.

“Kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi, popularitas tidak boleh mengalahkan kebenaran dan kepentingan sesaat tidak boleh mengalahkan integritas profesi,” tuturnya.

Dia menambahkan, PWI Surakarta berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan ekosistem media modern, menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, serta menjadi rumah bersama yang inklusif bagi para wartawan untuk belajar dan menjaga kehormatan profesi.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyambut baik komitmen pengurus baru PWI Surakarta. Dia mendorong agar insan pers terus memperkuat penyajian informasi yang berkualitas, kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. (Piya Hadi / SM)

banner 521x10

Komentar