Kota Semarang Terpilih Mewakili Indonesia dalam Ajang Kota Bersih ASEAN

Daerah711 Dilihat

InilahOnline.com (Semarang-Jateng) – Kota Semarang sebagai Ibukota Provinsi Jawa Tengah akhirnya terpilih sebagai nominator kota di Indonesia, yang akan mewakili ajang ASEAN Clean Tourist City atau kota wisata bersih tingkat ASEAN.

“Menjadi suatu kebanggaan sekaligus tugas berat bagi kami, sebagai salah satu yang akan mewakili Indonesia dalam kompetisi ini,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi seusai menerima kunjungan Tim Penilai Standar Kota Wisata Bersih ASEAN (ASEAN Clean Tourist City Standart) di Gedung Pusat Informasi Publik (PIP) Semarang, Selasa (3/10).

Menurut Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi mengatakan, Semarang memang tergolong “pemain baru” di bidang pariwisata, sehingga terus berupaya membenahi dan membersihkan terhadap destinasi-destinasi wisata yang sekarang dimiliki.

”Sekarang ini yang harus diutamakan adalah ebersihan dari sampah, penataan reklame, sanitasi atau persoalan air, dan penyediaan peta informasi wisata dan peta transportasi wisata,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Meski demikian sebelum terpilih mewakili Indonesia, kata dia, Semarang akan berkompetisi bersama enam kota besar lainnya, yakni Surabaya, Malang, Solo, Bandung, Buleleng, dan Banyuwangi yang akan dipilih satu kota.

”Semarang bisa masuk nominasi setidaknya harus memiliki tiga modal, yakni enam kali berturut-turut meraih penghargaan Adipura, menempati urusan lima Indeks Pariwisata Indonesia, dan Wiwerda Kota Sehat,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Masdiana Safitri menjelaskan, ASEAN Clean Tourist City Standart bertujuan memberikan panduan negara ASEAN untuk meningkatkan kualitas pariwisatanya.

”Ada standarnya untuk memberikan tolok ukur bagi negara-negara ASEAN, dalam memberikan kepuasan wisatawan, mendongkrak wisatawan dan kondisi masyarakat lokal menyambut wisatawan,”katanya.

Menurutnya, Kota Semarang akan bersaing dengan enam kota lainnya, yakni Surabaya, Malang, Solo, Bandung, Buleleng, dan Banyuwangi. Rencananya, pemenangnya akan diumumkan pada Januari 2018. Oleh karena itu, ada beberapa indikator yang menjadi penilaian, meliputi pengelolaan lingkungan, kebersihan, penanganan limbah, pembangunan kesadaran perlindungan lingkungan dan kebersihan.

”Tidak ketinggalan juga indikator ruang hijau, keselamatan, kesehatan, dan keamanan perkotaan. Jadi ada indikator infrastruktur dan fasilitas pariwisata,”ujar Masdiana.

Sementara itu, Ketua tim penilai lapangan Mira Puspasari Gunawan dari Kementerian Pariwisata RI menyampaikan masukan kepada wali kota menyangkut pembenahan-pembenahan sektor pariwisata.

”Reklame dan Hotel Dibya Puri masih perlu dibenahi, sanitasi di Kampung Pelangi perlu ditambah, demikian pula objek-objek wisata lain yang belum memiliki peta informasi,”katanya.

Menurut Mira, kategori Kota yang akan mendapatkan predikat Kota Wisata Bersih ASEAN, harus meraih sekurang-kurangnya 60 persen dari total nilai, dengan mendapatkan sertifikat berlaku selama tiga tahun.

”Jadi secara berturut-turut predikat terhadap Kota bersih ASEAN, setidaknya harus mempunyai sertifikat selama tiga tahun,”ujarnya. (Suparman)

banner 521x10

Komentar