oleh

Libatkan Anak Di Bawah Umur, Polres Jakbar Tangkap Penyebar Video Asusila Melalui Aplikasi Line

INILAHONLINE.COM JAKARTA

Subdit Cyber Crime Unit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat mengungkap dan menangkap penyebar video mesum yang menggegerkan jagad dunia maya. Motif penyebaran video asusila yang melibatkan anak masih di bawah umur.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru mengatakan, awal mula saat Subnit Cyber Crime Unit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat di bawah pimpinan Kanit Krimsus AKP Bayu kurniawan bersama anggotanya melakukan patroli Cyber ditemukan sebuah group di aplikasi media sosial Line yang melakukan penyebaran video pornografi.

Untuk dapat bergabung ke dalam group tersebut diharuskan melakukan registrasi pembayaran kepada admin group melalui sebuah rekening bank atau Gopay atau aplikasi dana milik admin.

Selanjutnya diketahui bahwa di dalam group tersebut tidak hanya terdapat aktifitas penyebaran video pornografi tetapi ada juga para talent yang merupakan para wanita yang masih berusia di bawah umur melakukan jasa video call sex, live show.

Talent melakukan live streaming langsung yang dapat dilihat semua member group dengan sepengetahuan admin.

“Berdasarkan alat bukti yang diperoleh, petugas melakukan penangkapan terhadap pelaku P yang diduga admin. Tersangka P ditangkap di daerah Kapuk Poglar Jakarta Barat dimana dari keterangan pelaku yang diamankan ada pelaku lain yang terlibat yakni BP (DPO) yang juga merupakan admin group,” ungkap Arsya, Selasa (11/8/2020).

Sementara Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol. Teuku Arsya Khadafi menambahkan, Polisi melakukan pengembangan hingga berhasil menangkap tersangka lain DW dan RS dan seorang talent live show yang diketahui masih di bawah umur.

“Berdasarkan Undang-undang perlindungan anak dan perempuan, maka talent yang masih di bawah umur akan kami lakukan diversi. Menimbang usia anak masih dini dan berstatus masih pelajar kemungkinan anak tersebut ajan kami kembalikan kepada orang tuanya,” jelasnya.

Untuk tersangka lainnya akan dijerat pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) UU RI Nomor 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 dipidana penjara paling lama 6 tahun. (Humas PMJ/Red)

Komentar