oleh

Organda : Kelak Bayar Angkot Secara Nontunai

INILAHONLINE.COM, CIBINONG — Jajaran Organda Kabupaten Bogor menjajaki kerjasama dengan BRI Cabang Bogor, terkait pelayanan kepada masyarakat agar lebih mudah dan cepat melalui aplikasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

‘’Kami ingin memberikan pelayanan mudah dan praktis kepada masyarakat pengguna jasa angkutan kota (Angkot) di Kabupaten Bogor, semoga ini bisa cepat terealisasi,’’ kata Sekeretaris DPC Organda Kabupaten Bogor Haryandi saat pertemuan dengan BRI Cabang Dewi Sartika Bogor, Rabu (29/6/2022).

Menurut dia, pesatnya kemajuan teknologi informasi dan digitalisasi pada jasa transportasi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Saat ini, pembayaran tol sudah menggunakan e-toll atau non tunai. ‘’Jadi kami pun harus menyesuaikan dengan kemajuan peradaban ini,’’ jelasnya.

Lebih jauh Haryandi menjelaskan banyak manfaat yang dapat dirasakan pemilik angkot, sebab pembayaran ongkos angkot akan dilakukan secara nontunai dan langsung masuk ke rekening pemilik angkot. Begitu juga dengan warga Kabupaten Bogor tidak harus lagi menyiapkan uang untuk membayar ongkos angkot. Dan sopir pun tak lagi susah memikirkan kembalian uang untuk penumpang.

Sementara itu, Manager Bisnis Consumer bagian Funding BRI Cabang Dewi Sartika, Bambang Cahyono mengatakan penggunaan QRIS BRI dalam pembayaran ongkos angkot merupakan salah satu wujud nyata BRI dalam mendukung smart city dengan mengusung cashless payment, sebagai sarana transaksi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di Kabupaten Bogor.
Tujuan dari kerja sama ini tak lain meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bogor.

Lalu menemukan penghasilan yang riil di masing-masing pengusaha angkot dan menghindari kebocoran sekaligus mempersempit terjadinya peredaran uang palsu.

Bambang menjelaskan, untuk penggunaan QRIS BRI para pengusaha angkot di Kabupaten Bogor nantinya mendaftarkan rekening di BRI dan kemudian pihak BRI akan mencetak barcode untuk dipasangkan di angkotnya masing-masing.“Masing-masing angkot akan kita berikan barcode yang berbeda dan penumpang angkot saat melakukan pembayaran tinggal langsung scan baik dari BRImo dan Dompet Digital yang dimiliki seperti melalui Gopay, Shoppe Pay, Ovo, Link Aja dan fitur scan barcode lainnya. Adapun untuk penentuan tarif nanti tentunya sesuai standar yang ditentukan Organda,” jelasnya.

Penggunaan QRIS BRI dalam pembayaran ongkos angkot nantinya bisa dilakukan. Saat ini jumlah angkot di Kabupaten Bogor diperkirakan mencapai 10.000 armada. Namun karena dampak Pandemi Covid-19, jumlah angkot yang beroperasi 5000 angkot. Untuk itu secara bertahap Dishub Kabupaten Bogor dan Organda akan memberikan edukasi kepada pemilik angkot dan masyarakat tentang penggunaan QRIS BRI ini. Kedepan masyarakat bisa membayar angkot tunai dan non tunai. (Basir)

banner 521x10

Komentar