Pamerkan Prakarya, 60 SMP Se-Kota Bogor Ikuti Gebyar Pendidikan SMP

Pendidikan614 Dilihat

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor untuk pertama kalinya menggelar Gebyar Pendidikan SMP Se-Kota Bogor. Sebanyak 20 SMP Negeri dan 40 SMP swasta turut memeriahkan Gebyar yang dilaksanakan selama dua hari, Rabu (28/3/2018) hingga Kamis (29/3/2018) di Lantai 2 Mal BTW, Jalan Veteran, Kota Bogor.

60 sekolah tersebut memamerkan ratusan produk prakarya hasil kerajinan tangan dari para siswanya. Mulai dari produk daur ulang, olahan makanan, produk kecantikan, seperti bedak hingga inovasi pupuk dari urine laki-laki.

Kepala Disdik Kota Bogor Fahrudin mengatakan, mendekati tahun ajaran baru ini Disdik Kota Bogor ingin memberikan pilihan kepada orangtua dan siswa kelas VI SD untuk melihat dan memilih secara langsung sekolah mana yang akan dituju. Pasalnya, Gebyar Pendidikan ini turut menunjukkan identitas dan hasil dari pendidikan di sekolah masing-masing.

“Maka akan terlihat karakter sekolahnya lewat produk-produk yang ditampilkan. Jadi orangtua dan siswa tidak perlu bingung lagi karena semuanya sekolah terbaik di Kota Bogor,” ujarnya, Rabu (28/3/2018).

Ia menuturkan, melihat dari semua hasil prakarya dan produk yang dipamerkan sekolah, banyak yang menurutnya bisa menjadi potensi untuk dikembangkan. Seperti produk pupuk dari urine, bedak dari talas, sirup dari buah ciremai dan lainnya. Produk-produk yang meski buatan siswa SMP tetapi sudah luar biasa.

“Tadi pak sekda mengarahkan agar produk terbaik untuk didaftarkan ke Disperindag Kota Bogor,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, dirinya menyukai inisiatif Disdik Kota Bogor yang telah mengadakan Gebyar Pendidikan SMP ini. Menurutnya, ada hal yang dapat dimaknai dari kegiatan ini. Yakni sebagai bentuk evaluasi kurikulum 2013 yang memang ada pembelajaran keterampilan dan prakarya. Sekaligus bisa menjadi kebanggaan untuk anak termasuk juga guru sejauh mana hasil pembinaan dari belajar keterampilan dan prakarya di sekolah.

“Dari sini juga bisa dilihat kalau tidak membuat ada perbedaan antara SMP negeri dan swasta, sama saja proses pendidikannya dan produk ijazahnya karena saya melihat keterampilannya bagus di semua sekolah,” katanya. (Agha Dwi Rizkianto)

banner 521x10

Komentar