oleh

Pantau Pergerakan Wisatawan, Bima Arya Tetap Ngantor di Balaikota Selama Libur Panjang

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto tetap bekerja di Balai Kota selama libur panjang akhir pekan ini. Dia terus memantau pergerakan wisatawan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Bima juga meminta jajarannya dan warga Kota Bogor untuk menghindari perjalanan dan tetap berkumpul bersama keluarga serta melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing. Sekaligus siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor maupun cuaca ekstrem.

Bima melanjutkan, jika warga harus pergi ke luar kota, maka ketika kembali ke Bogor diwajibkan swab dan isolasi. Tidak boleh berinteraksi sampai hasil swabnya keluar.

“Saya juga minta seluruh ASN Kota Bogor yang mau keluar kota, untuk laporan kepada atasannya, kepada kepala dinas. Apabila ada kepala dinas yang mau keluar kota, juga lapor ke saya. Pulangnya wajib swab. Ada sanksi mulai dari teguran sampai sanksi lebih tegas jika ada ASN yang ke luar kota tanpa melapor,” ungkap Bima di Balai Kota Bogor, Rabu (28/10).

Dia meminta jajarannya menerapkan sistem piket di Balai Kota Bogor selama libur panjang. Bima mengaku akan tetap berkantor di balai kota meski libur dan cuti bersama.

“Jadi semua akan dimonitor pergerakan kota lewat CCTV di sini. Libur panjang saya tidak kemana-mana. Saya sendiri tidak akan keluar kota, terus memantau di sini. Jadi Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu adalah hari-hari yang rawan. Kita antisipasi lonjakan warga Jakarta dan sekitarnya ke Bogor. Lalu lintas harus tetap diatur, kemudian protokol kesehatan juga harus tetap dipatuhi,” jelas Bima.

Langkah antisipasi lainnya yang dilakukan Pemkot Bogor adalah menyiapkan 3.000 unit alat rapid test yang akan digunakan untuk memeriksa wisatawan secara acak yang berkunjung ke Kota Bogor selama momen libur dan cuti bersama ini.

“Rapid tes akan dilakukan secara acak di tempat-tempat rawan menimbulkan terjadinya kerumunan. Dinas kesehatan akan melakukan rapid test di tempat umum seperti stasiun, terminal, rumah makan, tempat hiburan, atau wisata seperti Kebun Raya Bogor atau The Jungle misalnya. Kita akan ambil 3.000 sampel,” terangnya.

Guna melakukan pengawasan, Bima pun telah memerintahkan agar seluruh aparat terkait, mulai dari Tim Elang, Tim Merpati, Satpol PP, Camat, Lurah agar turun ke lapangan guna melakukan pengawasan dan cek titik-titik mana yang dirasakan rawan dan diberikan imbauan.

Komentar