Pemkot Kota Bogor Akan Kirim Karyawan Perumda Tirta Pakuab Untuk Belajar Pengelolaan Air Berbasis Teknologi

Tak Berkategori13 Dilihat
Wali Kota Bogor, Didie A Rachim menekankan betapa pentingnya peningkatan kompetensi karyawan agar. (Foto : Hum)

INILAHONLINE>COM, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana mengirim sejumlah karyawan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan untuk mempelajari pengurangan kehilangan air dan pengelolaan jaringan air minum berbasis teknologi di Republik Korea.

Menurut Wali Kota Bogor, Didie A Rachim, bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan air minum bagi masyarakat.

“Kita tekankan betapa pentingnya peningkatan kompetensi karyawan agar mampu mengimbangi perkembangan teknologi dan menjawab kebutuhan pelayanan publik,” ujarnya

Menurutnya, Peningkatan kualitas pelayanan harus dimulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Perumda membutuhkan karyawan yang mampu menguasai teknologi, memahami persoalan di lapangan, dan memberikan solusi. Karena itu, kesempatan belajar di Republik Korea

“Ini harus menjadi bekal untuk memperbaiki pelayanan air minum bagi warga Kota Bogor.. Untuk itu, kita tekankan pentingnya tindak lanjut dan berbagi pengetahuan setelah peserta kembali ke Kota Bogor,” katanya

Dengan demikian, ilmu yang diperoleh harus diterapkan dan dibagikan kepada rekan-rekan kerja. Kita ingin hasilnya nyata: penanganan kehilangan air semakin baik, kerja semakin efisien, dan pelayanan kepada masyarakat semakin andal,” katanya.

Wali Kota Bogor juga mengatakan, dokumen program menetapkan sasaran penurunan tingkat air tak berekening atau Non-Revenue Water (NRW) hingga di bawah 20 persen, dengan target utama sekitar 15 persen melalui proyek percontohan.

“Pencapaiannya akan didukung survei kondisi awal, investigasi lapangan, analisis data, dan perencanaan penanganan pada zona prioritas,” imbuhnya

Selain itu, melalui program ini, karyawan Tirta Pakuan diharapkan dapat memperdalam kemampuan dalam pengelolaan jaringan, analisis data operasional, dan penentuan prioritas penanganan kehilangan air. Pembelajaran tersebut akan disesuaikan dengan kondisi infrastruktur dan kebutuhan pelayanan di Kota Bogor.

“Pengendalian kehilangan air diharapkan dapat mengoptimalkan air yang tersedia untuk pelanggan. Dengan jaringan yang dikelola lebih baik, Tirta Pakuan dapat meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus mendukung keandalan pasokan kepada masyarakat,” ungkap Didie

Labih lanjut, Wali Kota Bogor mengptakan, program GTI melibatkan kementerian terkait dari Indonesia dan Republik Korea, dengan pelaksanaan proyek oleh Hankuk Engineering Consultants bersama Korea Water Partnership (KWP). Sejumlah lembaga teknis pengelolaan air di Korea juga tercantum dalam program untuk mendukung pelatihan dan pertukaran pengetahuan.

“Selain pelatihan, program mencakup penyusunan model bisnis untuk zona prioritas dan kajian kebutuhan investasi,” tandasnya.

Adapun alternatif pembiayaan yang ditinjau meliputi hibah, kemitraan pemerintah dengan badan usaha, serta pinjaman, sesuai hasil kajian dan kebutuhan pengembangan. Karena melalui penguatan SDM dan perencanaan berbasis data.

“Kerja sama ini diharapkan mendukung kemampuan Tirta Pakuan dalam mengelola jaringan secara berkelanjutan serta menghadirkan pelayanan air minum yang semakin baik bagi warga Kota Bogor,” pungkas Didie A Rachim. (PH)

banner 521x10

Komentar