Penambahan Kapasitas Fasilitas Kesehatan Menjadi Perhatian Serius Jabar

Berita, Jawa Barat857 Dilihat

Kang Emil pun berencana meninjau kondisi rumah sakit rujukan di sejumlah daerah pada Selasa, 15 September 2020. Peninjuan akan dimulai di Kota Bandung, kemudian dilanjutkan ke Bogor dan Depok.

“Dari sana, kami akan membuat upaya penguatan dan pemetaan,” ucapnya.

Selain itu, Kang Emil mengatakan bahwa pihaknya terus meningkatkan rasio pengetesan metode uji usap (swab test) Polymerase Chain Reaction (PCR). Merujuk standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jabar harus mengetes dengan metode PCR sebanyak 500 ribu atau satu persen dari jumlah penduduk.

Berdasarkan data Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar) pada Senin (14/9/20) pukul 16:00 WIB, Gugus Tugas Jabar sudah mengetes dengan metode PCR sebanyak 317.082 spesimen.

“Hanya Kota Cimahi yang sudah memenuhi standar WHO. Tapi, tingkat penularan di Kota Cimahi masih tinggi. Saya titip (kepada) Pemerintah Kota Cimahi untuk lebih waspada,” kata Kang Emil.

Kang Emil juga berujar, tingkat kesembuhan pasien positif COVID-19 menjadi tantangan Gugus Tugas Jabar. Hingga kini, tingkat kesembuhan Jabar sekitar 53 persen, sedangkan idealnya tingkat kesembuhan mencapai 70 persen.

“Kami berupaya mencari terapi atau metodologi agar jumlah pasien yang positif ini bisa dilakukan penyembuhan secepatnya. Di saat bersamaan, angka kematian akibat COVID-19 di Jabar sangat rendah, yakni 2,4 persen,” ujarnya.(Frida)

banner 521x10

Komentar