Penurunan Penderita Gizi Buruk di Semarang Belum Signifikan

Berita, Jawa Tengah286 Dilihat

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Masalah gizi buruk di Kota Semarang masih belum signifikan penurunannya. Terbukti dari jumlah 23 penderita tahun sebelumnya, pada tahun 2019 ini baru menyentuh angka 21 penderita saja.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Widoyono menuturkan, pihaknya terus berupaya agar masyarakat Kota Semarang tidak ada yang mengalami gizi buruk. Setiap menjumpai kasus gizi buruk, pihaknya langsung memanggil orang tua dan memberikan perhatian khusus kepada anak yang menderita gizi buruk.

“Kami terus melakukan pelacakan. Setiap ada gizi buruk kami panggil, kami lakukan penanganan, pemeriksaan, dan pemberian makanan tambahan,” terang Widoyono seperti dikutif dari laman beritajateng disela-sela acara Lomba Balita Sehat Tingkat Kota Semarang di Balai Kota Semarang, Kamis (28/3).

Widoyono mengatakan, gizi buruk tidak hanya disebabkan oleh kemampuan ekonomi keluarga melulu. Gizi buruk juga disebabkan oleh pola asuh orang tua yang tidak benar. Penderita gizi buruk di Kota Semarang pun tidak semua dari kalangan menengah kebawah saja. Ada juga yang dari kalangan menengah. Hal ini menunjukan bahwa faktor ekonomi bukan menjadi faktor utama penyebab gizi buruk.

“Sebenarnya punya uang, tapi tidak tahu asupan yang baik untuk anak, kurang sabar menyuapi anaknya,” kata Widoyono.

Masih menurut Widoyono, salah satu cara untuk mendorong orang tua melakukan pola asuh yang baik, pihaknya menggelar Lomba Balita Sehat rutin setiap tahun.

Penilaian dalam lomba tersebut, pihaknya akan menilai dari pertumbuhan anak hingga perkembangan anak. Hal yang terpenting dari lomba ini diharapkan orang tua akan tahu tentang tumbuh kembang dan kesehatan anak.

“Lomba ini untuk memancing orang tua melakukan pola asuh yang baik. Karena usia balita merupakan golden period,” katanya.

“Periode emas sangat menentukan masa depan anak. Oleh karena itu, orang tua diberi pengertian agar mereka tidak kehilangan momentum usia golden period,” imbuhnya.

(Suparman)

banner 521x10

Komentar