
INILAHONLINE.COM, BOGOR – Dalam rangka untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Rancamaya, Kecaatan Bogor Selatan, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor menyiapkan jaringan pasokan air. Demikian dikatakan Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan
“Kesiapan tersebut menjadi bagian dari pemenuhan infrastruktur dasar bagi sekolah rakyat yang direncanakan beroperasi pada 2027 mendatang,” katanya kepada wartawan, Minggu 11 Oktober 2026.
Menurutnya, Perumda Tirta Pakuan telah mematangkan perencanaan jaringan suplai air bersih tersebut untuk menunjang operasional Sekolah Rakyat. Namun, ia menilai koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat juga perlu diperjelas.
“Kami dari PDAM telah mempersiapkan jaringan untuk air sumber perumahan. Namun, ke depannya kita ingin memastikan bahwa kebutuhan, keterlibatan, maupun pengembangan masyarakat di sekitar Sekolah Rakyat itu juga harus diperhatikan,” ujar
Menurut Rino, pembangunan Sekolah Rakyat perlu memperhatikan kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan. Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi antarlembaga menjadi hal penting untuk memastikan kesiapan program tersebut.
“Mudah-mudahan hari ini kita bisa mendapatkan kejelasan mengenai komunikasi dan koordinasi dengan pusat ke depannya seperti apa,” tandasnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah melakukan pematangan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan.
Menurut Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, Pemkot Bogor masih mengevaluasi bidang tanah yang akan dikerjasamakan dengan Kementerian Sosial untuk pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.
“Yang pertama saya minta evaluasi terutama terkait lahan tanah yang kita kerjasamakan bersama Kementrian Sosial RI membenagun Sekolah Rakyat di Kota Bogor, kata Didie Rachim saat meninjau lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Rancamaya beberapa waktu lalum” jelasnya
Wali Kota Bogor melihat sejumlah aset pemerintah daerah di sekitar lokasi yang berpotensi dimanfaatkan untuk menunjnag keberadaan Sekolah Rakyat. Sekolah Rakyat tersebut direncanakan menampubg sekitar 2000 siswa jenjang SMP dan SMA.
“Par siswanya akan berasal dari keluarga prasejahtera di Kota Bogor dean mengikuti pendidikan dengan sistim berasrama,” imbuhnya. (Piya Hadi)
























































Komentar