oleh

PT Restu Ibu Pusaka Dilaporkan 40 Pekerja Ke Disnaker Kabupaten Bogor

INILAHONLINE.COM, CIBINONG

PT Restu Ibu Pusaka (RIP) dilaporkan 40 Pekerja ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor. Pasalnya, hingga saat ini perusahaan karoseri mobil yang berlokasi di Jalan Raya Citeureup KM. 25 Kabupaten Bogor belum memberikan pesangon kepada para pekerja yang telah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK)

Menurut Kuasa Hukum para pekerja yang di PHK, Hendra Mawan, SH kepada wartawan mengungkapkan, pihaknya menerima kuasa untuk membela hak-hak 40 orang pekerja borongan tersebut untuk menuntut hak uang pesangon dari PT RIP. Hal ini diduga tidak hanya dialamai oleh para buruh di PT RIP saja, melainkan masih banyak perselisihan yang terjadi di sejumlah perusahaan di wilayah Kabupaten Bogor.

“Ditengah pandemi Covid-19 saat ini, sejumlah masalah perselisihan antara pekerja dengan perusahaan, baik yang dialami oleh pekerja tetap maupun pekerja borongan di Kabupaten Bogor meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut Hendra mengatakan, pihaknya selaku kuasa hukum para pekerja tersebut merasa kecewa atas meeting bersama yang sebelumnya telah disepakati oleh perusahaan, akan tetapi justru pihak perusahaan yang ingin mengatur kami, padahal mereka para pekerja ini rata-rata pekerja tenaga inti memeliki masa kerja minimal selama 15 tahun.

“Saat ini saya bersama tim kuasa datangi Disnaker Kabupaten Bogor, mau melaporkan permasalahan antara pekerja dengan PT RIP, karena pihak perusahaan mengingkari janji atas kesepakatan walaupun tidak secara tertulis. Untuk itu, kami akan membawa masalah ini ke ranah hukum,” tandasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Tim kuasa hukum lainnya, Armansyah Lubis, S.H, intinya tim kuasa hukum yang dipimpinnya ingin membantu para pekerja ini untuk mendapatkan pesangon yang layak dan tidak ditindas oleh perusahaan. “Aturan dan perundang undangan tentang tenaga kerja harus dipatuhi oleh siapapun, karena negara kita ini adalah negara hukum,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) Budi Mulyana ketika dikonfirmasi inilahonline.com menjelaskan, saat ini pihaiknya masih mempelajari dulu atas laporan dari para pekerja ini. Karena setalah pihaknya mempelajari dengan seksama, maka Disnaker akan memanggil pihak perusahaan untuk dimintai keterangan.

“Saya masih harus mempelajari dulu berkasnya, karena berkas baru masuk dan belum lama disampaikan ke Disnaker,” pungkasnya. (Kristian Budi Lukito)

Komentar