oleh

PT RUM Sukoharjo Akhirnya Lakukan Reklamasi Tanah Yang Tercemar Limbah Cair B3 Di Tonjong Brebes

INILAHONLINE.COM, BREBES

Pencemaran lingkungan yang diakibatkan limbah cair B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang diduga dibuang oleh pihak PT. Rayon Utama Makmur (RUM), Sukoharjo, Jateng, kini telah ditangani oleh PT tersebut dengan melakukan reklamasi tanah. Kamis siang (09/01/2020)

Dibenarkan Danramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes melalui Babinsa setempat, Serka Iskandar, bahwa upaya pemulihan tanah dilakukan mulai pukul 13.30-16.30 WIB dengan menggunakan alat berat berupa excavator.

“Tanah yang dulunya terdampak limbah cair B3 yang diduga berasal dari PT. RUM sekarang sedang dipulihkan kembali melalui pengupasan tanah sampai kedalaman satu meter, penimbunan tanah baru yang dicampuri zat penetral/pupuk organik, dan penutupan tanah kembali,” jelasnya.

Pekerjaan yang dilakukan oleh PT. RUM melalui perwakilan dari Bogor yang dipimpin korlap Arman, dikawal oleh Kepala DLHPS Kabupaten Brebes Drs. Budi Dharmawan, M.Si, Polres dari Unit 4 Tipiter, Johar Kades Kutamendala, Babinsa, Aiptu Prayit dari Polsek Tonjong serta Eko Susilo, S.Hut dari BPD Kutamendala.

Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan disaksikan puluhan masyarakat.
Sekedar diketahui, limbah sebelumnya dibuang oleh oknum yang tak bertanggung jawab di Bantaran Kali Pedes Dukuh Satir RT. 05 RW. 09, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada tengah malam (27/11/19). Dipilih tempat ini karena memang jarang terdapat aktivitas orang pada waktu tersebut.

BACA JUGA : Segel PT. RUM Sukoharjo Ditemukan Warga Di Lokasi Pembuangan Limbah Cair B3 Kutamendala Brebes

Tuduhan kepada PT. RUM berdasarkan temuan segel dengan nomor 1803425 bertuliskan PT. RUM. Mantan Kadin DLHPS, Edy Kusmartono, sebelumnya telah melayangkan surat kepada perusahaan tekstil tersebut untuk dimintai keterangan secara tertulis (3/12/19).

Namun sebelumnya telah dilakukan pengambilan sampel cairan limbah untuk diteliti dan dipastikan itu jenis B3. Pasalnya, limbah berbahaya yang berwarna kuning kecoklatan ini membuat masyarakat setempat sesak nafas karena baunya yang sangat menyengat.

Di lokasi tercemar limbah dengan luas 50 x 25 meter, tanaman juga layu kemudian mati.

BACA JUGA : Pencemaran di Desa Kutamendala Dipastikan Limbah Cair Jenis B3, DLHPS Brebes Layangkan Surat Ke PT. RUM Sukoharjo

Sekedar diketahui, aksi pencemaran lingkungan ini telah melanggar Undang–undang RI No. 32 tahun 2009, tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Salah satunya adalah setiap kegiatan usaha harus dilengkapi dengan dokumen lingkungan hidup serta wajib melaporkan secara berkala perkembangan dari dampak lingkungan yang ditimbulkan dari kegiatan usaha tersebut.

Serta pembuangan limbah B3 baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan /atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.

Pelakunya juga dapat dikaitkan dengan Undang-undang No. 32 tahun 1992 tentang kesehatan, UU No. 24 tahun 1992 tentang penataan ruang, Keputusan Menteri Negara KLH RI No. Kep.02/menklh/i/1988 tentang pedoman penetapan baku mutu lingkungan, Peraturan Menteri Kesehatan RI No.472/menkes/per/v/1996 tentang pengamanan bahan berbahaya bagi kesehatan, Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 05 tahun 2012 tentang jenis usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan analisis dampak lingkungan hidup, serta Undang-undang No.14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

(Aan)

Loading...

Komentar