oleh

PT Sido Muncul Berhasil Olah Eceng Gondok Jadi Produk Bahan Bakar Alternatif

Inilahonline.com (Semarang-Jateng) – PT Industri Jamu dan farmasi Sido Muncul Tbk dalam melakukan penelitian dan pengembangan, akhirnya berhasil mengolah tanaman eceng gondol menjadi produk bahan bakar padat, yaitu briket atau biomassa yang berbentuk ”pellet” yang digunakan untuk bahan bakar alternatif.

”Pellet dari enceng gondok ini bisa menjadi bahan bakar pengganti minyak tanah maupun gas. sehingga bisa membantu mengurangi populasi enceng gondok yang mengganggu ekosistem danau,”ujar Irwan Hidayat Direktur PT Jamu Sido Muncul Tbk di Ambarawa Kabupaten Semarang, Kamis (20/7/2017).

Menurut dia, perushaannya sebelumnya juga telah memproduksi ”wood pellet” dari bahan limbah padat jamu dan hasilnya sudah dipakai untuk bahan bakar ”boiler” dalam proses produksi jamu.

”Untuk itu, perusahaannya memanfaatkan enceng gondok yang selama ini banyak terdapat di danau di Indonesia, termasuk Rawa Pening untuk dioah menjadi energi baru terbarukan yang efektif dan efisien.

”Selama lima tahun ini kebutuhan energi kami memakai limbah kamu 50 persen dan gas 50 persen. Sedang limbah jamu diolah menjadi ”wood pellet’. Dan ternyata olahan dari tanaman enceng gondok juga bisa digunakan,”paparnya.

Kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Rawa Pening, kata dia, bisa memanfaatkan peluang tersebut dengan mengolah enceng gondok menjadi bahan bakar, yang nantinya bisa dijual kepada kalangan industri disekitarnya.

”Yang jelas tidak hanya di danau Rawa Pening saja, namun dampak dari enceng gondok banyak dialami danau-danau lain yang berada di Indonesia. Oleh karena itu, salah satu soluisnya, olah jadi bahan bakar,”ujarnya.

PT Sido Muncul, lanjut dia, dalam kegiatan ini ingin menjadikan seluruh danau di Indonesia bersih dari tanaman enceng gondok, yang menjadi problem bagi ekosistem di sekitarnya yaitu pendangkalan.

”Jadi dalam kegiatan ini dimulaidari Danau Rawa Pening di Ambarawa Kabupaten Semarang, hingga danau lainnya yang problemnya enceng gondok,”katanya.(Suparman)

Komentar