oleh

Renovasi Bangunan Stadion Jatidiri Capai 80 Persen, Optimis Tahun 2021 Siap Digunakan

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Progres pembangunan renovasi Stadion Jatidiri Semarang, kini secara keseluruhan sudah mencapai 80%, sejak dimulai 2016, bahkan optimistis bakal rampung sesuai yang dijadwalkan pada 2021 mendatang sudah dapat dioperasikan.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah Sinoeng N Rachmadi mengatakan tahun ini renovasi Stadion Jatidiri sudah memasuki tahap keempat yang ditargetkan selesai pada akhir Desember mendatang, dengan anggaran lebih dari Rp 139 miliar.

Pada tahap ini, lanjutnya, terbagi dalam empat pekerjaan terdiri arsitektur yang sudah dimulai Juni, lintasan atletik mulai Juli, space frame yang menyambung atap tribun timur hingga utara mulai Agustus, dan landscape di luar area stadion juga mulai Juli.

Menurutnya, selama 84 hari pekerjaan, progress-nya positif. Dari target 11,823%, bisa terealisasi 11,904%, atau mengalami deviasi positif, hingga optimistis pekerjaan tahap itu akan selesai pada sisa waktu 148 hari.

“Saya akan kawal terus. Saya menggunakan pendekatan hati pada para pekerja. Pekerja tidak sekadar takbayar takkon ngerampungke, tapi mereka juga bagian keluarga saya,” ujarnya, di sela peninjauan di Stadion Jatidiri, Jumat (9/8) lalu.

Stadion itu, dia menambahkan memiliki kapasitas 25.000 – 30.000 penonton, dengan kursi perorangan (single seat) berwarna beda di setiap tribun. Ada empat tribun terdiri tribun barat untuk penonton VVIP, tribun utara dan selatan bagi masyarakat umum dan berbeda adalah tribun timur, yang memrioritaskan penonton difabel.

“Fasilitasnya tentu kami sesuaikan dengan kebutuhan para penyandang disabilitas, sehingga mereka memiliki hak untuk menonton pertandingan dengan nyaman,” tutur Sinoeng.

Pada stadion, terdapat lapangan sepakbola berukuran 105 meter x 68 meter dengan standar internasional, lintasan atletik sebanyak delapan track, berstandar internasional yang akan tersertifikasi IAAF. Di sekelilingnya, dilengkapi dengan perlengkapan dan peralatan olahraga lompat jauh, lempar martir, lempar cakram, tolak peluru, lompat galah, dan lari halang rintang (steeplechase).

Sinoeng menuturkan penganggaran pembangunan renovasi Jatidiri dilakukan bertahap dengan besaran yang meningkat setiap tahun. Pada 2016, dana yang dialokasikan sekitar Rp22 miliar, 2017 sebanyak Rp40 miliar, 2018 tercatat Rp84 miliar dan 2019 meningkat menjadi Rp139,8 miliar.

Sedangkan pengeluaran dana renovasi ada beberapa tahapan untuk 2016 sebesar Rp 22 miliar, 2017 dana dikeluarkan mencapai Rp 40 miliar, 2018 sebesar Rp 84 miliar dan 2019 mencapai Rp 139 miliar.

“Dana renovasi ini bersumber dari APBD Jawa Tengah. Ini menjadi suatu kebanggaan bagi kita semua, dan kelak bisa menjadi monumen dan sport tourism destination,” ujarnya.

(Suparman)

Komentar