Sedikitnya 3.075 Peserta Ikuti Ujian PPAT Di STPN Yogyakarta

INILAHONLINE.COM, YOGYAKARTA – Sedikitnya 3.075 peserta mengikuti ujian calon Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk wilayah Timur yang digelar di kampus Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta pada tanggal 17-19 November 2022

Sebelumnya ujian PPAT untuk wilayah barat yang diikuti 3.300 pesertra telah dilaksanakan di gedung Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementeriaan Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Cikeas Kabupaten Bogor, Jawa barat  pada 4-6 Nopember 2022.

Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT) Kementerian ATR/BPN, Ir. Suyus Windayana. M.App.Sc dalam sambutannya yang dibacakan Ketua STPN Dr. Ir Senthot Sudirman, M.S mengungkapkan, bahwa saat ini ada 22.821 PPAT di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut belum memenuhi kebutuhan PPAT di Indonesia.

“Tahun ini mulai dibuka kembali pendaftaran ujian PPAT. Kurang dari dua jam sebanyak 3.300 pendaftar, mendaftar dan kuota terpenuhi tak kurang dari 2 jam setelah dibuka. Karena banyaknya permintaan, maka kuota pendaftaran tak dibatasi,” katanya.

Menurut Dirjen PHPT, dari 7015 yang mendaftar yang lolos administrasi sebanyak 6610, dan yang daftar ulang ada 6.075 orang. Ujian dilaksanakan dengan system komputer langsung, dimulai dari pendaftaran hingga pengumuman.

“Jika sdh lulus dan menjadi PPAT, harus bekerja dengan baik dalam memberikan pelayanan pada masyarakat, dengan menjunjung integritas yang tinggi. Selain itu juga selalu hati-hati dan berpedoman pada peraturan yang ada, agar nantinya tak terjadi permasalahan hukum di kemudian hari,” ujar Suyus.

Suyus mengingatkan, jika ada pengaduan terhadap PPAT sudah ada Permen ATR/BPN No. 2/2018 tentang Majelis Pembina dan Pengawas (MPPD) PPAT, dengan jenjang mulai daerah, wilayah hingga Pusat, yaitu MPPD, MPPW dan MPPP.

Sementara itu, Ketua STPN Senthot Sudirman menginformasikan, bahwa lulusan STPN yang dinilai mumpuni di bidangnya. “Saat ini 1.000 mahasiswa sedang belajar di STPN, 300 diantaranya dari Bappeda beberada daerah yang disekolahkan di STPN. Diharapkan lulusannya menguasai penilaian tanah, termasuk NJOP, Validasi dan sebagainya”, kata Senthot.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengaturan Tanah Komunal, Hubungan Kelembagaan dan PPAT, Sepyo Achanto juga menjelaskan, ujian PPAT tahun ini dilaksanakan menggunakan metode _computer based test_ (CBT). Dengan metode ini kita bisa memastikan bahwa ujian berlangsung secara transparan karena hasil ujian akan langsung terpampang di monitor peserta setelah ujian.

“Selain itu, peserta juga bisa melihat hasil ujian seluruh peserta yang mengikuti ujian di layar yang tersedia di depan gedung PPSDM. Jadi ini sesuai dengan nilai Kementerian ATR/BPN yang melayani, profesional, dan terpercaya,” imbuhnya.

Dalam pembukaan Ujian PPAT 2022 di Yogyakarta juga dihadiri Direktur Pengaturan Tanah Komunal, Hubungan Kelembagaan dan PPAT, Sepyo Achanto, SH,MH, Perwakilan dari Kanwil BPN DI Yogyakarta, Bendahara Umum (Bendum) Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) dan sejumlah pengurus Pengurus Pusat (PP) IPPAT yang bertugas sebagai pengawas ujian PPAT. (Ali Subchi/PH)

banner 521x10

Komentar