oleh

Spensa Day 2017, Rizal Ramli dan Bima Arya Berbagi Pengalaman Sukses

Inilahonline.com (Kota Bogor) – Dua alumni SMP Negeri 1 Bogor yang kini menjadi tokoh di Indonesia memberikan motivasi kepada seluruh siswa dalam acara Spensa Day 2017, di SMP Negeri 1, jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bogor, Sabtu (04/03/17). Kedua alumni tersebut yakni Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Indonesia, Rizal Ramli dan Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Mengenakan kemeja kotak-kotak hijau Ramli membagi pengalaman suksesnya. Menurutnya, kunci sukses itu dengan 4G yakni God Willing, Gesit Otak, Gesit Tangan dan Gesit Gaul. God Willing yakni jika tuhan mau seseorang sukses, maka ia akan sukses. Gesit otak harus juga dibarengi dengan gesit tangan yang artinya lebih banyak melakukan tindakan dan Gesit Gaul harus memiliki banyak teman dan aktif di organisasi.

“Kalau hanya modal pintar saja tidak akan terlalu sukses, semua 4G itu harus dimiliki,” tegas Ramli.

Ramli yang genap berusia 62 tahun itu berkisah, sebagai anak yatim piatu yang sudah ditinggal sejak usia 6 tahun, ia menjadikan kepahitan, kesedihan dan penderitaannya tersebut menjadi kekuatan. Ramli yang sejak kecil sudah hobi membaca buku ini, dengan cara otodidak belajar bahasa Inggris dengan terus menghafal kosakata nya. Menurut mantan tokoh pergerakan mahasiswa ini, tidak bisa
seseorang menguasai atau menjadi juara di semua bidang. Sebaliknya, harus ada bidang yang benar-benar dikuasai.

“Saya dulu memilih bidang bahasa Inggris, Matematika, Sains dan juga sejarah. Semua bidang tersebut banyak manfaatnya,” ungkapnya bercerita kepada seluruh siswa.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya tak ketinggalan memberikan wejengan kepada adik-adik kelasnya. Ia menuturkan, hidup itu tentang siapa yang kalian kenal. Banyak orang sukses sekarang yang waktu sekolah nilainya tidak bagus, tetapi banyak mengenal orang serta kreatif menjadi lebih sukses. Bima berpendapat, kunci menjadi sukses diawali dengan kemampuan mengenali diri sendiri. Jika sudah mengenali dirinya, ia tahu apa yang dia menjadi tujuan hidupnya dan bisa turut membantu orang lain.

“Saya sejak kecil sudah tau apa tujuan saya dan saya selalu ingat pesan bapak saya, kalau hidup itu hanya sekali maka harus memberi arti dan jangan diperbudak materi,” ungkap Bima.
(humas:fla/adit/ismet/reysha) SZ

Komentar