oleh

Tanpa Surat Lengkap Pemudik Dilarang Masuk Kota Semarang

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Para pemudik yang ingin masuk ke Kota Semarang yang menggunakan transportasi umum, diwajibkan menunjukkan surat lolos rapid test Covid-19, sebagai upaya untuk mempercepat pencegahan penularan wabah Covid-19.

Wali kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, semua pos pantau dilakukan pengecekan untuk menyelaraskan SOP seleksi dari Kementerian Perhubungan, teruma bagi pemudik yang masuk di Kota Semarang.

“Kami sepakat dan perlu ditegaskan lagi bahwa mudik dilarang. Akan tetapi orang boleh masuk dengan menunjukkan surat keterangan pernah melakukan Rapid test Covid dan hasilnya tidak reaktif,” ujar Hendi panggilan akrab Hendrar Pihadi itu saat melakukan peninjauan lapangan bersama jajaran Forkompinda Pemerintah kota Semarang di sejumlah titik yang menjadi pintu masuk kota Semarang, Rabu (13/5/2020).

Menurutnya, warga yang masuk Kota semarang kalau hanya menggunakan surat keterangan sehat tidak diperbolehkan. Selain itu harus menunjukkan kelengkapan lainnya seperti ijin instansi dan seterusnya Lokasi yang dikunjungi Hendi bersama jajaran Forkopimda meliputi pos pantau di Bandara Ahmad Yani, Stasiun Tawang dan Pelabuhan Tanjung Mas.

 

” Dari beberapa tempat ini para pendatang harus bisa menunjukkan dokumen secara resmi dan lengkap,”pinta Hendi.

Hendi meninginkan, mengecek kesiapan petugas di ketiga pos pantau pasca dikeluarkannya Peraturan Menteri Perhubungan yang mengijinkan beroperasinya moda transportasi umum, sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 Hijriyah dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Menurutnya, yang menjadi persoalan yaitu di pos pantau jalur darat, dengan pemeriksaan yang lebih selektif maka berpotensi menimbulkan antrian panjang.

“Sebelum ada aturan Menteri Perhubungan begitu ada plat B misalnya langsung kita instruksikan putar balik. Sekarang perlu upaya lagi yang dilakukan teman-teman di pos perbatasan ini untuk menyeleksi masyarakat yang mencoba masuk ke Kota Semarang. Ini tentu memakan waktu dan usaha yang bisa saja menimbulkan antrian,” tuturnya.

Dia juga mengevaluasi kebijakan PKM Kota Semarang yang sudah memasuki hari ke-15. Hasilnya menunjukkan tren positif.Namun apabila dibandingkan sebelum penerapan PKM, dilihat dari angka kesembuhan dan positif Covid menunjukkan perkembangan yang lebih baik.

“Sebelum pemberlakuan PKM, angka kesembuhan 70 kasus, sekarang sudah 211 kasus. Penderita Covid di kisaran angka 130, sekarang turun menjadi 50,” ujar Hendi.

Namun demikian, lanjutnya, jika Kota Semarang dimungkinkan memperpanjang PKM jika angka Covid-19 di Kota Semarang masih relatif tinggi, sehingga semua pihak agar berdisiplin mengikuti aturan dalam PKM seperti pemberlakuan shift, jaga jarak dan pemberlakuan SOP Protokol kesehatan.

“Namun, angka ini masih tertinggi di Jateng, sehingga ada waktu 13 hari untuk kita lebih intensifkan patroli,” tuturnya.

(Suparman)

Komentar