oleh

Tidak Ada Alasan Untuk Menunda Pilkada 2020

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Tidak ada alasan untuk menunda Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Pasalnya tidak ada jaminan kapoan pandemi Covid-19 ini akan berakhir. Hal itu dikatakan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S pane kepada inilahonline, Selasa (1/12/2020)

“Selain itu, situasi keamanan di berbagai daerah, terutama yang melaksanakan Pilkada sangat kondusif dan diindikasikan tidak akan terjadi kerumunan massa yang mengkhawatirkan, karena pengaturan jam kedatangan para pencoblos sangat ketat,” kata Neta.

Menurut Neta Pane, bahwa kekhawatiran munculnya klaster baru Covid-19 diperkirakan tidak akan terjadi, mengingat para pencoblos adalah warga sekitar, dengan tingkat partisipasi 60 hingga 70 persen, sementara para saksi yang hadir akan mengikuti protokol kesehatan secara ketat.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S pane

“Pilkada serentak juga akan membuat perekonomian di daerah menggeliat. Sebab sedikitnya ada sekitar Rp 20 triliun dana berputar, mulai dari dana politik para calon kepala daerah hingga dana APBD dan APBN yang dikucurkan pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Neta Pane megatakan, Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember mendatang akan berjalan aman dan lancar. Potensi konflik dikhawatirkan hanya akan terjadi di beberapa wilayah di Papua. Sementara jumlah golput dalam Pilkada 2020 ini diperkirakan mencapai 30 hingga 40 persen.

“Menurut pantauan IPW, bahwa sebagian besar petahana akan memenangkan Pilkada 2020, dengan perolehan suara di atas 55 persen. Sementara jagonya PDIP di Kota Medan dan Surabaya diprediksi akan menderita kekalahan, dengan perolehan suara hanya 30 hingga 40 persen,” jelasnya.

Neta Pane juga memeparlan, anggaran Pilkada 2020 yang semula disiapkan pemerintah sebanyak Rp 15,23 triliun, sudah mendapat tambahan anggaran APBN sebanyak Rp 4,77 triliun, sehingga totalnya Rp 20,4 triliun. Penambahan itu untuk membiayai anggaran protokol kesehatan pada saat Pilkada dilakukan. Jumlah ini masih ditambah lagi dengan dana dari biaya politik para seluruh calon yang diperkirakan lebih dari Rp 5 triliun.

“Oleh sebab itu, IPW menilai tidak ada alasan untuk menunda Pilkada 2020,” imbuh Neta S Pane yang juga mantan Jurnalis tersebut. (Piya Hadi)

Komentar