oleh

Walikota Bogor Mengingatkan, Ada Tiga Waktu Krusial Yang Berpotensi Terjadi Lonjakan Covid-19 Selama Bulan Ramadhan dan Lebaran

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Memasuki bulan suci Ramadhan 1442 dan jelang Lebaran, Walikota Bogor mengingatkan kepada aparatur di wilayahnya untuk tetap mengawasi penerapan protokol kesehatan (Prokes) bagi warga Kota Bogor. Hal itu ditegaskan Walikota Bogor Bima Arya, usai memimpin Apel Gabungan Operasi Kurma Raya 2021 di Kota Bogor, Senin (12/4/2021)

Menurut Bima Arya, selama bulan Ramadhan 1442 ada tiga waktu yang krusial dan berpotensi terjadi kerumunan, sehingga harus diawasi dan diantisipasi, diantaranya adalah menjelang berbuka puasa, setelah shalat taraweh dan menjelang sahur

“Ketiga waktu tersebut adalah, menjelang berbuka puasa, setelah Shalat Tarawih dan menjelang sahur,” ungkap Walikota Bogor Dua Periode itu.

Untuk itu, Bima Arya mengingatkan kepada jajaran aparatur di Pmerintah Kota (Pemkot) Bogor, agar tetap menjaga dan mengawasi warga di wilayahnya, agar tetap mematuhi dan menerapkan Prokes secara ketat.

Walikota Bogor Bima Arya memberikan keterangan Pers usai Apel Gabungan Satgas Covid-19 Operasi Kurma Raya 2021. (Foto ; RB)

“Kita tidak boleh lengah dan kecolongan serta harus terus diantisipasi. Saya meminta kpada semua jajarannya untuk mengkoordinasikan semua. Jika ada indikasi kerumunan yang berlebihan, maka segera koordinasikan ke atas,” tandasnya.

Masih kata Bima, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor sepakat untuk terus fokus dan serius mengawasi pelaksanaan Prokes secara ketat. “Untuk itu, Forkopimda membentuk tim gabungan dari tingkat kota sampai ke tingkat wilayah,” paparnya.

Selain itu, Walikota Bogor menegaskan, penularan Covid-19  di Kota Bogor sudah muelai menurun secara signifikan dan sudah bisa dikendalikan, sehingga dirinya terus mengingatkan warga Kota Bogor untuk terus menerapkan Prokes secara ketat.

“Jangan sampai selama bulan Ramadhan dan libur Lebaran, terjadi lonjakan kasus Covid-19 lagi. Mari kita jaga bersama situasi di Kota Bogor, jangan sampai terjadi lonjakan kedua kasus Covid-19,” ujarnya.

Lebih lanjut Bima menambahkan, Pemkot Bogor menargetkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bisa menyelesaikan penyuntikan vaksin kepada 109.000 orang sasaran sampai akhir Juni 2021. Namun, target pelaksanaan vaksinasi tersebut, saat ini menjadi persoalan, dikarenakan terjadi kendala distribusi vaksin di tingkat internasional. 

“Di satu sisi, pemerintah daerah diminta menggenjot vaksinasi, tapi di sisi lain ada persoalan  stok vaksin terbatas,” uacapnya.

Bima Arya tetap mengingatkan, jika pengawasan protokol kesehatan di Kota Bogor tidak dilakukan secara intensif dan ketat selama bulan Ramadhan hingga Lebaran, maka dikhawatirkan terjadi lonjakan kembali kasus Covid-19, sedangkan stok vaksin terbatas.

“Dengan adanya kendala stok vaksin terbatas, maka kondisi ini sangat rawan sekali. Untuk itu, pparatur di wilayah harus ketat dan tegas mengawasinya,” pungkasnya. (Piya Hadi)

Komentar