Wartawan Harus Memiliki Itikad Baik dalam Melaksanakan Tugas Kewartawanan

21/06/2018 20:39:04 Kategori:

INILAHONLINE.COM, BEIJING - Wartawan harus memiliki itikad baik dalam melaksanakan tugas kewartawanannya. Hal itu dikatakan Ketua Bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Teguh Santosa ketika berbicara dalam Konferensi Forum Wartawan Belt and Road 2018 di Universitas Komunikasi China di Beijing, Republik Rakyat China, Rabu (20/6/2018).

Menurutnya, dengan mengandalkan kemajuan teknologi yang semakin canggih, maka tanpa memiliki itikad baik bisa membuat wartawan dan media massa menjadi produsen informasi yang dipenuhi ujaran kebencian dan kebohongan.

"Konferensi ini diselenggarakan All China Journalists Association (ACJA), didukung Universitas Komunikasi China dan Radio Internasional China," ungkapnya.

Lebih lanjut Teguh mengatakan, kita seringkali larut membicarakan kemajuan teknologi komunikasi informasi dan mengagumi kemampuan kita menembus hal-hal yang selama ini membatasi arus informasi. Namun tanpa disadari kita melupakan bahwa yang paling penting dari praktek kewartawanan adalah itikad baik.

"Mengabaikan itikad baik membuat ruang publik dipenuhi ujaran kebencian, dan berita yang diwarnai kebohongan," ujar Teguh dalam sesi Integrated Development of Media, Building New Channels for Communication.

Teguh berharap, Forum Wartawan Belt and Road yang didirikan tahun lalu dapat menjadi wadah bagi semua anggota Forum untuk saling bertukar informasi yang didasarkan pada niat baik demi mencapai tujuan bersama.

Selain itu, Teguh juga mengatakan, Belt and Road Initiative (BRI) yang ditawarkan Presiden Xi Jinping sejalan dengan keinginan Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia. Hal ini menjadi salah satu latar belakang yang mendorong PWI ikut mendirikan Forum Wartawan Belt and Road dalam konferensi di Beijing tahun 2017 lalu.

"Dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa dan sekitar 17 ribu pulau, Indonesia memiliki visi menjadi poros maritim dunia. Indonesia dan China perlu mensinergikan kedua gagasan itu (Poros Maritim Dunia dan Belt and Road)," kata dia lagi.

Sebelumnya di tempat yang sama, Tegug Santosa yang juga mantan Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat tersebut juga mendatangani Kesepakatan Kerjasama dalam kerangka Belt and Road dan Poros Maritim Dunia. Sedangkan dari pihak ACJA, dokumen kerja sama ditandatangani oleh Sekretaris Eksekutif ACJA, Wang Dongmei.

Penandatanganan dokumen kerja sama itu juga disaksikan Ketua PWI Jawa Barat Mirza Zulhadi Nachli, Ketua PWI Kalimantan Barat Gusti Yusri Ismail, dan Penasihat PWI Kalbar Hendry Jurnawan.
Dalam dokumen kerja sama itu disebutkan bahwa hubungan antara PWI dan ACJA didasarkan pada prinsip-prinsip kerelaan, kesetaraan, persahabatan, dan konsultasi.

Bentuk kegiatan yang disepakati dalam dokumen kerja sama tersebut adalah pertukaran wartawan, penyelenggaraan liputan bersama, penyelenggaraan kegiatan bernilai akademik dan pelatihan kewartawanan.

Kedua pihak juga sepakat memberikan penghargaan kepada wartawan yang menghasilkan karya jurnalistik yang baik dalam konteks BRI dan Poros Maritim Dunia. (Piya Hadi).

Keterangan Foto : Teguh Santosa (tengah) ketika berpose bersama peserta Konferensi Forum Wartawan Belt and Road 2018 di Universitas Komunikasi China di Beijing, Republik Rakyat China, Rabu (20/6/2018).