oleh

BPJS Nunggak Rp.51 Miliar, Walikota Semarang Minta RSUD Tetap Berikan Layanan Pasien

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Kasus tunggakan pembayaran BPJS di RSUD KRMT Wongsonegoro yang kini mencapai Rp 51 miliar, hingga sekarang belum terselesaikan dengan baik. Namun tunggakan tersebut sudah dikomunikasikan manajamen RSUD dengan Perhimpunan Rumh Sakit Seluruh Indonesia (Persi).

”Karena tidak memiliki keuangan yang cukup untuk menangani tunggakan BPJS tersebut, maka RSUD Wongsonegoro tetap memberikan pelayanan kepada pasien dengn baik,”kata Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro Susi Herawati di Semrang, Rabu (21/8/2019).

Dijelaskan, tunggakan BPJS di RSUD Wongsonegoro pada 2015 sekitar Rp 8 miliar, selanjutnya ditambah tunggakan pada 2019 ini mencapai Rp 51 miliar. Namun sejak ada tunggakan BPJS, justeru meningkat melayani pasien umum. Meski begitu, kami sedih jika pasien tidak memperoleh hak pelayanan BPJS.

”Kami hanya menginginkan tunggakan BPJS segera dibayar sesuai dengan tupoksi pelayanan RSUD Wongsonegoro. Karena RSUD ini sudah terverifikasi dengan lengkap,”paprnya.

Menurutnya, kebutuhan pelayanan pasien yang tidak mampu perlu dibantu, terutama kebutuhan terkait paien rujukan berjenjang. Misalnya, pasien dari daerah Rowosari menuju rumah sakit Tipe C di Kota Semarang yang berjarak cukup jauh. ”Hal seperti ini mrmbutuhkan dana transportasi yang besar,apalagi untuk kebutuhan makan,”ujarnya.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi meminta permasalahan tunggakan BPJS di seluruh rumah sakit Kota Searang,perlu ditanggapi dengan serius. Oleh karena iru,pihaknya menyarankan kepada Dinas Kesehatan Kota Semarang, supaya mengumpulkan seluruh rumah sakit di Kota Semarang.

Kemudian dibicarakan bersama dengan BPJS Pusat dan Kementerian Kesehatan agar membahas solusi yang terbaik.

”Dalam situasi dan keadaan seperti ini, RSUD Wongsonegoro bisa tetap berjalan melayani pasien, karena di Semarang banyak rumah sakit. Jika tunggakan sampai puluhan milir rupiah bisa bangkrut, sehingga tidak bisa mendukung investasi di Semarang,”ujarnya.

(Suparman)

Komentar