oleh

IARMI Jateng Tetap Konsisten Pada Pengabdian Bagi Nusa dan Bangsa

InilahOnline.com (Semarang-Jateng) – Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Dipanegara se-Jawa Tengah melakukan Halal Bihalal di Gedung Prof Soenardi Undip,Jalan Hayam Wuruk Semarang, Minggu. Acara yang dihadiri para sesepuh atau senior Resimen Mahadipa ini, untuk melakukan konsolidasi organisasi, sehingga tidak mempunyai tujuan untuk ikut terjun kedalam dunia politik praktis.

”Dalam halal bihalal ini adalah untuk memupuk rasa persaudaraan serta tali silaturrahim diantara para alumni, sehingga tercipta komunikasi yang lebih baik,”kata Ayub Purnomo Ketua Dewan Pimpinan Propinsi (DPP) Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Jawa Tengah.

Namun demikian, tambah dia, bagi anggota alumni yang terjun kedalam politik praktis atas nama pribadi diperbolehkan, tetapi kalau membawa dan melibatkan nama organisasi tidak diperbolehkan.

”IARMI tetap konsisten pada sikap pengabdian bagi nusa dan bangsa sebagai kekuatan komponen cadangan,”katanya.

Dijelaskan, organisasi Resimen Mahasiswa yang sebelumnya dibawah tiga Departemen yaitu Deartemen Pertahanan dan Keamanan, Departemen Dalam Negeri dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kini keberadaan Menwa aktivitasnya ikut membantu menertibkan di Lingkungan Internal kampus.

Setelah reformasi keberadaan Resimen Mahasiswa (Menwa) sudah tidak seperti dulu lagi atau dibekukan, sehingga terjadi kevakuman kegiatan. Padahal, Menwa merupakan pengkaderan sumber daya manusia (SDM) untuk dipersiapkan sebagai tenaga cadangan terlatih didalam bela negara,yang siap ditugaskan ke medan perang ikut memabantu Negara Kesatuan Republik Indonesia jika diserang oleh negara lain.

”Sumber daya manusia dari unsur Resimen Mahasiswa siap melaksanakan tugas negara, jika negara membutuhkan tenaga dan pikirannya,”ujarnya.

Menurut Ayub, IARMI yang merupakan wadah organisasi para alumni resimen mahasiswa yang bebas dari pengaruh partai politik,meski anggotnya ada yang duduk sebagai pengurus di partai politik, namun organisasi ini tetap konsisten pada sikap pengabdian bagi nusa dan bangsa sebagai kekuatan komponen cadangan.

Ayub menambahkan, acara yang juga dihadiri pengurus tingkat pusat yaitu Dewan Pengurus Nasional ini akan membahas tentang diadakannya Musyawarah Provinsi (Musprov) Jateng yang dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

”Musprov dilakukan untuk melakukan pertanggung jawaban organisasi serta memilih ketua lagi dalam kepengurusan periode mendatang,”ujarnya.

Sementara itu sesepuh Menwa Mahadipa Ny Asmah Soetrisno menyatakan resimen mahasiswa meski telah mengalami degradasi fungsi harus tetap konsisten terhadap nilai-nilai kejuangan yang dirintis dan ditanamkan para leluhur atau pendahulu Menwa.

”Menwa telah banyak kontribusinya dalam menegakkan Negara Kesatuan rRepublik Indonesia, pada saat pembentukan tahun 1961 kami disiapkan sebagai komponen cadangan sukarelawan untuk konfrontasi dengan Malaysia dan pada saat terjadinya G 30 S PKI. Kami pun ikut terlibat dalam operasi pemulihan kwamanan dan ketertiban bersama ABRI. Saat itu kami dilatih bertempur dari cara menembak hingga melempar granat”paparnya (Suparman)

Komentar