oleh

Masyarakat Terdampak Covid-19 Tak Terkucilkan Berkat Satgas Jogo Tonggo

INILAHONLINE.COM, KOTA MAGELANG

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito memuji semangat warga Kelurahan Kemirirejo, Kecamatan Magelang Tengah menangani pandemi Covid-19. Saat melakukan kunjungan “Mlaku-mlaku Tilik Kampung”, Kamis (8/10/2020), dia juga memberi pujian kepada Satgas Jogo Tonggo seluruh RW, karena peran mereka, masyarakat yang terdampak Covid-19 tidak ada yang dikucilkan.

“Ada kasus di Kemirirejo tapi karena upaya kita saling menjaga tetangga kita, jadinya kepedulian tetap terjaga. Mereka yang sedang terkena musibah kita dorong untuk bangkit. Tidak ada yang dikucilkan,” ujarnya.

Menurut Sigit, sebagian besar warga Kemirirejo menggantungkan hidupnya sebagai seorang pedagang maupun pengrajin. Potensi itu menjadi nilai positif Kota Magelang, sehingga akan terus berkembang ke depannya.

Dia mengatakan, sinergitas antara pamong RT/RW, masyarakat Kemirirejo, dan Pemkot Magelang sudah terjalin harmonis. Hal itu memudahkan pemerintah membuat kebijakan, baik pembangunan fisik maupun pemberdayaan masyarakat.

“Sinergi dengan perangkat selama ini sangat baik, dan senantiasa mendukung program-proram Pemkot Magelang. Ini membuktikan kalau warga di Kemirirejo punya pemikiran yang sangat cerdas,” kata wali kota.

Di sela perjalanan, Sigit pun menyempatkan berkunjung ke beberapa rumah warga yang dilalui. Kemudian ia memberikan bantuan berupa sembako senilai total Rp430.000 kepada 106 kepala keluarga yang terdampak Covid-19. Bantuan itu terdiri dari 20 kilogram beras, dua kilogram telur, satu dus mi instan, minyak, dan kecap. Selain itu, juga disalurkan dua handsprayer dan satu thermo gun untuk tiap RW di Kemirirejo.

“Harapannya masyarakat makin semangat mengedukasi protokol kesehatan. Kita jaga semua keluarga kita, tetangga kita, dengan cara terus memberikan edukasi,” imbuhnya.

Lurah Kemirirejo, Murniyati mengatakan, peran masyarakat di Kemirirejo dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 terhitung tinggi. Bahkan, setiap RW punya struktur organisasi penanganan Covid-19.

“Sebelum Satgas Jogo Tonggo sebenarnya kami sudah mengawali lewat kegiatan swadaya masyarakat untuk peduli sesama, dan menjaga tetangga. Itu dilakukan sampai sekarang dan belum berakhir,” ujarnya.(Ali Subchi)

Komentar